Sabtu, 21 Sep 2019
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Ditinggal Rapat, Rumah Guru Dibobol, Perhiasan dan Sertifikat Raib

07 Agustus 2019, 02: 30: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Korban, Khoiril Hidayati, menunjukkan lemari kamar rumahnya yang dibobol. Pelaku berhasil menggondol perhiasan dan sertifikat tanah.

Korban, Khoiril Hidayati, menunjukkan lemari kamar rumahnya yang dibobol. Pelaku berhasil menggondol perhiasan dan sertifikat tanah. (Khudori Aliandu/radarmojokerto.id)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Spesialis komplotan pembobolan rumah kambuh lagi. Kali ini, menimpa Khoiril Hidayati, 39, warga Dusun Polaman, Desa Purwojati, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.

Dari dalam rumah guru MIN Mojosari ini, pelaku berhasil membawa puluhan gram emas dan sertifikat tanah. Barang berharga senilai Rp 50 juta itu raib saat rumah ditinggal korban mengikuti kegiatan rapat sekolah di Desa Kutogirang, Kecamatan Ngoro.

’’Semua barang berharga yang hilang saya taruh dalam almari kamar,’’ ungkap Khoiril ditemui Jawa Pos Radar Mojokerto, di rumahnya Senin (6/8). Pembobolan rumah ini terjadi Sabtu (3/8). Semula ia tak sadar jika rumahnya disantroni pelaku.

Sebab, setibanya di rumah sekitar pukul 12.00, dia lantas menuju ke kamar mandi. Namun, saat hendak melangsungkan salat Zuhur, ia dikejutkan begitu melihat kondisi musala rumah dalam kondisi berantakan. ’’Saya kaget melihat keadaan rumah berantakan,’’ tuturnya.

Baju yang juga berceceran di ruang tamu dan ruang tengah membuat Khoiril semakin penasaran. Pengecekan pun berlanjut ke setiap kamar rumah. Kecurigaan adanya orang asing masuk ke rumahnya bertambah setelah Khoiril mengetahui kondisi almari kamar sudah terbuka. ’’Ternyata satu kotak emas saya hilang,’’ ujarnya.

Belasan unit perhiasan emas yang menjadi peninggalan orang tuanya juga lenyap.  Meliputi, 7 buah cincin, 2 kalung, dan 7 pasang anting. ’’Total ada 18 unit perhiasan. Kalau nominal per gramnya saya tidak tahu persis,’’ terangnya.

Tak hanya perhiasan, dari hasil pengecekan, pelaku juga membawa kabur puluhan sertifikat tanah yang juga disimpan dalam almari. Sebanyak 40 sertifikat tanah atas nama Umatus Sholikhah itu kebetulan dikemas dalam karung plastik beras. ’’Kerugiannya ditafsir Rp 50 juta,’’ ujarnya.

Hanya saja, dia yang mengetahui peristiwa itu tak lantas melaporkan ke Mapolsek Ngoro. Ia yang harus mengikuti rapat sekolah di area Desa Kutogirang, Kecamatan Ngoro, baru melaporkan sekitar pukul 21.30. Kasus pencurian ini diduga dilakukan lebih dari satu orang. Mereka memanfaatkan kondisi sepi lalu masuk rumah setelah meloncat pagar belakang setinggi 2 meter.

’’Setelah itu pelaku mendobrak pintu dapur dan masuk ke dalam,’’ ungkapnya. Bermodal obeng, pelaku kemudian mencongkel almari. Khoiril mengaku, tak hanya perhiasan emas dan puluhan sertifikat yang menjadi sasaran. Pelaku juga mencuri pernak-pernik mitasi milik anaknya. Seperti kalung, gelang, dan anting.

’’Kalau dari keterangan warga, sekitar pukul 10.00 memang ada orang parkir mengendarai motor Honda Vario warna merah di sebelah rumah. Tapi, warga tak mengira jika itu pelaku bobol rumah,’’ paparnya. Kapolsek Ngoro, Kompol Gatot Wiyono mengaku, masih melakukan penyelidikan atas kasus ini. 

’’Kami sudah mengerahkan petugas untuk melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara (TKP),’’ tandasnya. 

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia