Rabu, 21 Aug 2019
radarmojokerto
icon featured
Sportainment

Srikandi Majapahit Self Confidence, meski Tak Banyak Waktu Istirahat

07 Agustus 2019, 01: 30: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Pemain Srikandi Majapahit bertolak menuju Bandung dari Stasiun Mojokerto mengikuti kompetisi nasional U-17 Piala Menpora.

Pemain Srikandi Majapahit bertolak menuju Bandung dari Stasiun Mojokerto mengikuti kompetisi nasional U-17 Piala Menpora. (Askab PSSI Mojokerto for radarmojokerto.id)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Tantangan berat langsung dihadapi Srikandi Majapahit selama melakoni fase nasional kompetisi sepak bola putri U-17 di Bandung.

Bagaimana tidak, sejak hari pertama hingga berakhirnya babak penyisihan nanti, Cici Santika dkk langsung dihadapkan dengan padatnya jadwal pertandingan. Di mana, setiap hari selama babak penyisihan mulai hari ini hingga Kamis (8/8) nanti, Srikandi Majapahit bakal melakoni satu kali pertandingan.

Kondisi ini tak pelak menjadi ujian serius anak asuh Agus Priyanto dalam mengatur kondisi fisik mereka lantaran minimnya jadwal istirahat. Bahkan, sejak kali pertama datang ke Kota Kembang itu, fisik 22 pemain langsung dihadapkan pada pertandingan berat pertama melawan tim asal Bali. Beban tersebut tak lepas dari jadwal keberangkatan mereka yang sangat mepet.

Yakni, selang sehari, atau berlangsung sejak pagi kemarin. Mepetnya jadwal keberangkatan itu tak lepas dari minimnya ketersediaan tiket kereta di hari sebelumnya. Sehingga terpaksa bertolak dari Stasiun Mojokerto H-1 sebelum pertandingan. ’’Rencana awal berangkat Minggu (4/8). Tapi, karena tiketnya habis, jadi terpaksa berangkat Senin (5/8),’’ ungkap sekretaris Askab PSSI Mojokerto, Alfiyah Berliyana.

Meski demikian, Alfiyah mengaku anak asuhnya sudah paham betul akan risiko itu. Sehingga bisa langsung diantisipasi sejak pertama datang sampai berakhirnya kompetisi. Salah satu caranya dengan mengefektifkan masa recovery fisik yang sempat diterapkan selama latihan persiapan. Dimulai dari pembatasan jam latihan, penambahan waktu istirahat hingga pemanasan tubuh.

’’Mungkin yang diatur adalah antara jadwal istirahat dengan jadwal pertandingan. Nanti yang mengatur adalah pelatih sendiri, karena dia yang paham kondisi pemain,’’ tandasnya. Alfiyah menegaskan, anak asuhnya cukup mampu mengandaskan lawan-lawannya. Khususnya di pertandingan perdana melawan Bali.

Yang dapat dijadikan modal motivasi dalam melanjutkan pertandingan berikutnya melawan Papua dan Jateng dengan meraih poin penuh. Bahkan, kondisi pemain saat ini dinilai sangat self confidence (percaya diri). ’’Kami optimistis anak-anak bisa meladeni permainan lawan. Kita juga sudah berlatih maksimal selama jeda kompetisi dua minggu ini,’’ ujarnya.

Tidak ada strategi khusus dalam meladeni ketiga lawan. Selama latihan, Cici Santika dkk hanya dibekali dengan pembenahan fisik atau recovery, penguatan ball possession hingga pemantapan finishing touch. Tiga bekal itu dinilai sudah cukup untuk bisa menggulingkan tim lawan di babak penyisihan grup.

’’Karena hampir semua tim punya skill yang merata. Jadi, kami hanya memperkuat skill dan mengurangi kelemahan yang sudah ditampilkan di fase regional Jatim kemarin,’’ tandas istri Wulyono, mantan pemain PSMP ini.

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia