Selasa, 19 Nov 2019
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Gara-gara Rebut Suami Orang, Pelakor Ditahan Kejaksaan, Dijerat UU ITE

05 Agustus 2019, 19: 30: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Ilustrasi

Ilustrasi (jawapos.com for radarmojokerto.id)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Mojokerto melakukan penahanan terhadap Rinda Marta, 26, warga Kedungsari, Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari.

Ia ditahan setelah dilaporkan seorang perempuan asal Jombang, IS, 42 karena telah berusaha merebut suaminya, Dd, 43. Atau perebut laki orang (pelakor). Kasi Pidum Kejari Kota Mojokerto Triyono Yulianto, mengatakan, penahanan Rinda lantaran sudah memenuhi syarat materiil penyidik.

Di antaranya, dijerat pasal yang berat, hingga dikhawatirkan melarikan diri. ’’Semua terpenuhi. Sehingga kami lakukan penahanan,’’ paparnya. Pelaku yang ditahan sejak Kamis (1/8) lalu dan disangka telah melanggar pasal 29 UU 44 tahun 2008 tentang Pornografi dan UU ITE.

’’Berkas sudah kami limpahkan ke Pengadilan Negeri. Setelah ada penetapan pengadilan, kami segera menyidangkannya,’’ jelasnya. IS, pelapor kasus ini, menceritakan, ia telah melaporkan Rinda Marta ke Polres Mojokerto Kota sejak akhir 2018 silam. Laporan itu bermula ketika dirinya mendapat pesan gambar di ponselnya.

Bagai disambar petir. Dalam gambar itu, janda dua anak tersebut bersama dengan suaminya berada dalam sebuah kamar hotel. Tanpa sehelai benang yang menempel di tubuh keduanya. ’’Saya masih ingat betul. Malam itu, saya sedang mempersiapkan ulang tahun anak saya untuk esok hari,’’ katanya singkat.

Selain mengirim sejumlah gambar, perempuan itu juga melontarkan kata-kata kotor dan mengejek dirinya yang sudah berumur dan tak lagi dicintai suaminya. ’’Intinya, perempuan ini terus membuat saya emosi. Dan meminta saya untuk cerai,’’ tambah IS.

Rencana merusak rumah tangganya itu, memang sempat berhasil. IS pun sempat mengajukan cerai ke PA Jombang meski akhirnya dicabut. Gagal merusak rumah tangga ini, Rinda tak patah arang. Teror terus diterima IS. Koleksi foto dengan pose berbeda, juga terus disebar.

IS pun kian geram dan melabrak perempuan itu ke kediamannya bersama suaminya, Dd, 43. Dengan harapan, Rinda mengakhiri teror yang sudah dilakukan sejak 2017 lalu. Langkah ngelabrak ke kediaman Rinda dan juga disaksikan orang tuanya, rupanya tak mengendurkan niatnya. Ia terus meneror dengan nomor ponsel yang terus berganti.

Akhirnya, IS pun melaporkan secara resmi ke PPA Satreskrim Polres Mojokerto Kota pada Oktober 2018 dengan tuduhan telah memproduksi dan menyebarkan gambar porno melalui sistem digital. Pemeriksaan berlangsung dan pelaku ditetapkan tersangka dan berkas pemeriksaan dilimpahkan ke kejari.

(mj/ron/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia