Rabu, 21 Aug 2019
radarmojokerto
icon featured
Journey

Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh: Bergaya Arsitektur Dua Benua

02 Agustus 2019, 21: 30: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Tampak depan Masjid Raya Baiturrahman yang menjadi salah satu ikon Kota Banda Aceh.

Tampak depan Masjid Raya Baiturrahman yang menjadi salah satu ikon Kota Banda Aceh. (Rizal Amrulloh/radarmojokerto.id)

SALAH SATU tempat yang wajib dikunjungi wisatawan di Banda Aceh adalah Masjid Raya Baiturrahman. Masjid kebanggaan masyarakat Aceh tersebut dikenal cukup fenomenal.

Tak hanya dari bentuk bangunannya yang megah, indah dan artistik, dengan 7 kubah dan 8 menaranya. Namun, juga sejarah panjang yang mengikutinya. Nama Masjid Baiturrahman makin mendunia saat terjadi tsunami akhir tahun 2004 silam.

Saat itu, gempa besar dan tsunami setinggi sekitar 20 meter meluluhlantakan Aceh. Nyaris seluruh bangunan di Banda Aceh hancur lebur. Namun, meski dilalui gelombang air bah raksasa, masjid ini selamat dari kerusakan parah. Hanya sebagian kecil bangunan masjid yang mengalami rusak ringan.   

Dari beberapa catatan sejarah, masjid ini dibangun di masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda. Namun, seiring masuknya penjajahan Belanda di bumi serambi Makkah, masjid ini juga turut mengalami berbagai perubahan.

Setelah mengalami kerusakan parah akibat perang, Pemerintah Hindia Belanda saat itu merenovasi kembali Masjid Baiturrahman. Dengan desain dan arsitektur yang lebih mengarah pada gaya Mughai dari India.

Eksterior masjid bercirikan kubah besar berwarna hitam dengan beberapa menara. Sementara interiornya berhias relief dan lantai marmer dari Tiongkok. Penambahan pernik-pernik semacam pintu dan lampu gantung pun secara khusus didatangkan pemerintah kolonial dari Eropa.

Campuran gaya arsitektur dua benua ini menjadikan Masjid Baiturrahman makin terlihat indah. Keindahan arsitektur dan berbagai sejarah panjangnya tersebut juga menarik salah satu negara di Eropa. Kini, replika Masjid Baiturrahman dengan skala 1:25 terpampang indah di Taman Minimundus, Klagenfurt, Austria.

”Berada di Masjid Baiturrahman rasanya memang sangat menakjubkan,” kata Endri Agus, salah satu pengunjung dari Mojokerto. 

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia