Jumat, 06 Dec 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Petugas Kebersihan Dikerahkan Mengatasi Sampah yang Menyumbat Drainase

01 Agustus 2019, 20: 30: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Pasukan pengeruk dari Bidang Sumber Daya Air DPUPR Kota Mojokerto membersihkan sampah di saluran air Jalan Benpas, Kota Mojokerto.

Pasukan pengeruk dari Bidang Sumber Daya Air DPUPR Kota Mojokerto membersihkan sampah di saluran air Jalan Benpas, Kota Mojokerto. (Sofan Kurniawan/radarmojokerto/id)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Permasalahan sampah akhirnya mendapat respons Wali Kota Ika Puspitasari.

Rabu (31/7), puluhan petugas kebersihan dikerahkan untuk mengeruk sampah yang menyumbat di sejumlah saluran air. Minimnya tempat sampah dan rendahnya kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan menjadi peyebab utama.

Wali Kota Ika Puspitasari mengatakan, menumpuknya sampah terparah ada di area perdagangan. Di antaranya, di avur di Jalan Benteng Pancasila (Benpas) hingga drainase di sekitara alun-alun. Untuk itu, pihaknya mengaku akan meningkatkan kembali pengendalian dari organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

”Memang, ini persoalannya adalah pengendalian terhadap area perdagangan,” terangnya. Khususnya pada saat gelaran car free day (CFD). Menurut Ning Ita begitu wali kota akrab disapa, belakangan ini, event rutin mingguan tersebut kerap berakhir molor dari jadwal.

Padahal, sebut dia, sesuai kesepakatan awal, paling lambat kegiatan CFD harus rampung pukul 09.00. Batas waktu tersebut karena berhubungan dengan jadwal petugas kebersihan. Akan tetapi, akhir-akhir ini pedagang maupun pengunjung baru meninggalkan tempat hingga pukul 11.00.

”Akhirnya kan petugas kebersihan sudah jamnya pulang,” paparnya. Untuk itu, salah satu upayanya adalah dengan memasang pengeras suara di sejumlah titik CFD. Ning Ita menegaskan, pengeras suara akan dimanfaatkan satpol PP untuk mengingatkan pedagang dan pengunjung untuk steril dari area CFD.

Sejauh ini sudah terpsang 5 unit pengeras suara. Akan tetapi, jumlah tersebut masih kurang maksimal dengan sasaran sepanjang Jalan Benpas. ”Kita maksimalkan secara bertahap,” tandasnya.

Selain itu, faktor penyebab lainnya adalah kurangnya tempat pembuangan sampah. Diakui Ning Ita, saat ini, jumlah tong sampah yang disediakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) masih jauh dari kebutuhan.

Untuk Itu, orang nomor satu pemkot ini menginstruksikan untuk menambah pengadaan tempat sampah melalu Perubahan (P-APBD) tahun ini. ”Karena saya lihat jumlahnya (tempat sampah) memang kurang,” tegasnya.

Disinggung terkait personel, dia menyatakan, telah sesuai dengan kebutuhan. Dalam hal penanganan sampah dari DLH terdapat 93 tenaga penyapu jalan. Di samping itu, disokong 79 tenaga dari petugas walet dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) yang khusus mengatasi saluran air.

Dia menjelaskan, jumlah tersebut sudah cukup ideal untuk mengatasi masalah kebersihan di tiga wilayah kecamatan. Hanya saja, hal tersebut masih membutuhkan peran kepedulian dari masyarakat.

”Karena tidak bisa dikerjakan pemerintah saja, harus bersinergi. Yang paling penting kesadaran masyarakat,” pungkasnya.

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia