Rabu, 21 Aug 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Hutan di Gunung Welirang Terbakar, Api Menghanguskan Hektaran Lahan

31 Juli 2019, 21: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Tim relawan melakukan pemadaman api di lereng Gunung Welirang, Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.

Tim relawan melakukan pemadaman api di lereng Gunung Welirang, Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. (Khudori Aliandu/radarmojokerto.id)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kebakaran hutan terjadi di wilayah Tahura R. Soerjo, Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Selasa (30/7).

Hingga hari kedua kemarin, kobaran api di hutan lereng Gunung Welirang itu terus membesar dan meluas. Para petugas dibantu tim relawan masih berjibaku melakukan pemadaman dengan cara manual. ’’Tidak hanya di lingkungan pemukiman, juga merembet di kawasan hutan dan lahan,’’ kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto, Mochamad Zaini.

Sudah dua hari kebakaran hutan terjadi di lereng Gunung Welirang sebagai perbatasan Pasuruan dan Kabupaten Mojokerto. Belum diketahui pasti sumber kebakaran karhutla (kebakaran hutan dan lahan) ini. Namun, Zaini menyatakan, titik api kali pertama terpantau terjadi di kawasan Tahura R. Soerjo blok Sawahan Prigen, Kabupaten Pasuruan.

Banyak ranting dan dedaunan mengering membuat api dengan cepat membesar. Embusan angin diperkirakan mencapai 30 Km per jam menambah kobakaran api dengan cepat meluas. ’’Arah angin ke barat membuat api cepat meluas ke wilayah Mojokerto,’’ tuturnya.

Hingga kemarin kebakaran di blok Patuk Wesi dan blok Kalijarak, Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, mengakibatkan hektaran lahan ludes. Di dalamnya terdapat pepohonan cemara, pakis, dan kebut. ’’Untuk luasan yang terbakar, dalam proses pemetaan dan perhitungan,’’ tegas Zaini.

Sebagai langkah tanggap darurat, sejak Senin (29/7), petugas gabungan bersama relawan dikerahkan ke lokasi. Terdiri dari BPBD, Perhutani, Tahura R. Soerjo, warga setempat, komonitas trail, LPBI-NU, dan sejumlah potensi relawan. Hingga kemarin sore mereka masih berjibaku melakukan pemadaman secara manual.

Hasilnya, sekitar pukul 15.30 titik api baru berhasil dijinakkan. ’’Tim dan potensi relawan sudah kembali ke pos masing-maisng dengan aman dan selamat,’’ terangnya. Sebagai antisipasi, petugas juga membuat sekat secara manual. Tujuannya, agar saat terjadi kebakaran kembali api tidak semakin meluas. Sebab, dari inventarisasi sementara api tidak berada dalam satu titik.

’’Untuk wilayah pendakian Putuk Siwur ditutup sementara. Ini mengantisipasi titik api meluas ke wilayah Perhutani,’’ paparnya. Sementara itu, Kapolsek Trawas, AKP Pujiono mengaku, belum dapat menjelaskan detail perihal penyebab sumber api. ’’Belum ada keterangan (laporan) dari anggota. Mungkin besok (hari ini),’’ ungkapnya.

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia