Rabu, 21 Aug 2019
radarmojokerto
icon featured
Features

Produksi Bendera Merah Putih sejak Awal Tahun, Ajak Keluarga-Tetangga

30 Juli 2019, 21: 30: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Suboko tengah memotong kain yang akan dijahit lalu diobras hingga menjadi bendera merah putih di rumahnya Kelurahan Balongsari, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto..

Suboko tengah memotong kain yang akan dijahit lalu diobras hingga menjadi bendera merah putih di rumahnya Kelurahan Balongsari, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.. (Imron Arlado/radarmojokerto.id)

Sebentar lagi, peringatan HUT RI menggema. Momen ini menjadi lumbung penghasilan bagi perajin bendera dan umbul-umbul. Bahkan, mereka harus membuat stok sejak awal tahun lalu.

DI dalam rumah yang berdiri di Jalan Balongsari V/16 Kota Mojokerto itu, nampak sibuk. Mereka sibuk dengan tugasnya masing-masing. Ada yang menggunting kain warna merah dan putih, ada menjahit, ada pula yang menata di etalase hingga rapi.

Di rumah milik Suboko, 62, inilah, ribuan bendera dan umbul-umbul telah dibuat. Dan, sekarang ini sudah mulai dikeluarkan untuk dijajakan oleh para tengkulak di pinggir-pinggir jalan. Mereka akan meramaikan tepi jalanan di kota dan menyediakan bendera murah untuk masyarakat yang membutuhkan.

Suboko mengaku, pelanggannya tak hanya para penjaja bendera pinggir jalan di wilayah Mojokerto. Namun, mereka juga banyak dari Jombang. Bahkan hingga Malang. ’’Jombang lebih banyak pelanggan toko. Kalau Malang lebih banyak yang dijual di pinggir jalan,’’ terangnya.

Banyaknya pesanan jelang peringatan HUT, membuat bapak empat anak harus pintar-pintar memprediksi. Ia pun mengaku sudah mempersiapkan stok melimpah sejak Februari lalu. Hampir seluruh keluarganya dilibatkan untuk menambah stok.

Tak hanya tahun ini Suboko memproduksi bendera. Namun, sudah mulai merintis sejak tujuh tahun silam. Bermodal kalung emas istrinya, ia mencoba peruntungan dengan membeli sejumlah kain dan diolah menjadi sang saka.

Bahan dasar bendera buatan Suboko adalah jenis satin dan pelet. Kedua jenis kain memiliki ketahanan terhadap cuaca serta tidak mudah luntur. Untuk mendapatkan bahan kain ini, ia langsung mendapatkannya dari seorang distributor di Surabaya.

Lamanya menjadi perajin bender, membuat dirinya harus menjaga kualitas. Ia khawatir, kualitas yang rendah justru akan membuat para pelanggannya melirik perajin yang lain. ’’Sekarang sudah banyak saingan tapi saya sudah pelanggan. Jadi tidak khawatir karena saya selalu menjaga kualitas kain,’’ paparnya.

Untuk harga bendera, Suboko memasang harga yang sangat murah. Yakni, Rp 3 ribu hingga Rp 110 ribu. Sedangkan, umbul-umbul mulai Rp 20 ribu hingga Rp 75 ribu. Ia pun sangat berharap, momen Agustusan tahun ini menjadi hari yang menguntungkan bagi para pedagang bendera. 

(mj/ron/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia