Senin, 21 Oct 2019
radarmojokerto
icon featured
Lifestyle

Damaran Budaya, Wadah Budayawan Menggali Kebesaran Kerajaan Majapahit

23 Juli 2019, 23: 55: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Ilustrasi

Ilustrasi (radarmojokerto.id)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Wali Kota Ika Puspitasari bakal menggelar dialog budaya bertajuk Damaran Budaya Bareng Ning Ita.

Agenda yang rencana digelar di rumah rakyat (rumah dinas wali kota) Rabu (24/7) nanti bakal menjadi wadah bagi para budayawan untuk bersama-sama menggali kebesaran Kerajaan Majapahit.

Kerajaan yang pernah dipimpin Raja Hayam Wuruk ini akan menjadi tema utama. Tujuannya, untuk mengangkat identitas Kota Mojokerto yang pernah menjadi bagian dari Majapahit. ’’Sehingga, kota ini akan menjadi identitas bahwa Mojokerto adalah Majapahit,’’ terang Ning Ita.

Selain itu, event tersebut sekaligus juga menjadi wadah berkumpulnya para budayawan yang selama ini peduli tentang keberadaan Majapahit. Tidak hanya dari Kota Mojokerto, melainkan juga dari Kabupaten Mojokerto dan daerah lainnya.

Di antaranya Dr Ir H. Luluk Sumiarso dari Jakarta yang merupakan mantan Dirjen ESDM juga pemerhati Mojopahit. Juga budayawan asal Malang Jati Kusumo, dan Bonnie Tryanad Jakarta Pemred Tabloid Histeria.

Bahkan, gelaran itu rencananya disaksikan sejumlah pemerhati Mojopahit dari luar negeri. Salah satunya Mr Yoshiaki Takajo dari Jepang dan arkeolog Dr Hari Oentoro. ’’Dalam dialog nanti akan mengerucut terhadap kesamaan visi-misi bahwa pentingnya untuk bersama-sama menggali kembali jati diri Majapahit,’’ ujarnya.

Di sisi lain, agenda damaran budaya juga menjadi salah satu implementasi dari undang-undang. Sebab, semua daerah harus memiliki peraturan daerah (perda) terkait dengan pemajuan kebudayaan. Untuk itu, dialog budaya ini merupakan langkah awal untuk mengangkat potensi kebudayaan di Kota Onde-Onde  yang selama ini belum tergali secara maksimal. 

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia