Rabu, 21 Aug 2019
radarmojokerto
icon featured
Sambel Wader
Oming Tentang Tes Urine bagi Calon Pengantin

Jadi Syarat Pengajuan Menikah, Bulan Agustus Akan Diterapkan

22 Juli 2019, 20: 30: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Plt Kasi Bimas Islam Kota Mojokerto, Bambang Sunaryadi.

Plt Kasi Bimas Islam Kota Mojokerto, Bambang Sunaryadi. (Rizal Amrulloh/radarmojokerto.id)

Pasangan calon pengantin (catin) harus bersiap-siap menjalani tes urine sebelum melangsungkan akad di Kantor Urusan Agama (KUA). Aturan anyar tersebut bakal diberlakukan mulai Agustus ini di wilayah Kemenag Kota Mojokerto.

Kepastian itu menyusul kebijakan Kanwil Kemenag Jatim yang telah menetapkan 15 daerah di Jatim untuk mempersyaratkan tes urine bagi pasangan catin sebelum mengikat janji suci. Berikut obrolan wartawan Jawa Pos Radar Mojokerto Rizal Amrulloh bersama Plt Kasi Bimas Islam Kota Mojokerto, Bambang Sunaryadi.

Apakah sudah ada pengumuman resmi dari Kanwil Jatim?

Belum ada. Tapi, Kota Mojokerto sudah masuk data, karena ada BNNK. Jadi, kita hanya tinggal nunggu juknisnya saja. Selama tiga hari (15-17 Juli) kemarin kita juga sudah kirim perwakilan dari KUA Magersari dan KUA Prajurit Kulon mengikuti workshop di Surabaya untuk bimas se-Jatim. Masing-masing dua orang, ketua KUA dan penghulunya. Nanti, hasilnya akan kita bahas bersama.

Kapan tes urine itu akan diberlakukan?

Informasi dari Kanwil Jatim, mulai Agustus akan diterapkan. Dan itu sebagai persyaratan mengajukan pernikahan di KUA. Kalau sebelumnya calon mempelai perempuan wajib suntik TT (tetanus toksoid) sama surat kesehatan untuk mendaftar ke KUA. Sementara si cowoknya juga harus membawa surat kesehatan. Kalau TT kan untuk antitetanus yang sampai hari ini masih berlaku.

Nah, nanti persyaratan calon pengantin itu harus ditambahkan sama hasil tes urine sebagai surat keterangan bebas narkobanya. Lebih praktis juga sebenarnya. Karena masih satu pintu untuk persyaratan mengajukan ke KUA.

Di mana tes urine itu dilakukan?

Kanwil sudah MoU (memorandum of understanding) dengan BNNP Jatim. Jika dilakukan di BNNK rencananya tidak dipungut biaya. Tapi, kalau selain di BNNK nanti biayanya akan ditanggung sendiri. Nah, itu mungkin masing-masing daerah nanti punya kebijakan sendiri-sendiri. Kalau memang pemdanya kuat untuk menanggung biaya itu, berarti bisa saja gratis semua. Kan bisa saja kalau memang ada anggarannya.

Jika hasil tes urine positif narkoba?

Misalnyam ketahuan positif memang tidak membatalkan nikah, tapi BNNK akan merekomendasi untuk rehabilitasinya. Minggu depan kita akan koordinasi dengan BNNK. Karena kita belum tahu sifat rehabilitasinya. Apakah mempengaruhi jadwal ketetapan nikah atau harus diundur. Kan rehabilitasi ini mungkin perlu waktu.

Apakah itu ditunggu sampai selesai atau nikahnya tetap jalan sesuai jadwal. Terkait teknis itu nanti, insya Allah minggu depan kita akan ke BNNK. Sebab, biasanya kalau mengajukan ke KUA, keluarga mempelai perempuan sekaligus menyodorkan jadwal pernikahan.

Jika tidak dilakukan bagaimana?

Setelah berkas kedua calon itu di KUA itu nanti ada jadwal rafak atau pemeriksaan berkas-berkas nikah sama pemeriksaan mempelai. Nanti itu yang disodorkan lewat berkas itu akan dipastikan lagi. Kalau tidak lengkap, berarti dianggap belum memenuhi persyaratan. Makanya, pengajuan permohonan itu disodorkan minimal 10 hari sebelum hari H. Sehingga kalau ada kekurangan berkas maupun persyaratan, itu dalam jangka 10 hari sudah bisa dilengkapi.

Sejauh ini persiapan Kemenag terkait aturan baru tersebut?

Kita masih sosialisasi melalui binwin (bimbingan perkawinan). Satu minggu, dua minggu, atau satu bulan sebelum jadwal menikah itu calon pengantin kita panggil untuk ikut binwin. Sekarang sudah beberapa yang mendaftar di KUA. Jadi, yang bulan-bulan ini mendaftar otomatis Agustus nanti menikah. Mereka yang akan diterapkan tes urine.

Selain itu, arahnya ke depan nanti, bimwin juga akan diharuskan. Karena untuk jangka panjangnya, calon pengantin yang belum memiliki sertifikat binwin belum bisa menikah.

Langkah selanjutnya menurut Anda?

Kita juga siapkan bimbingan bagi yang remaja yang belum berencana menikah. Supaya bisa menyiapkan diri sejak dini. Insya Allah minggu depan, Rabu (31/7) itu kita ke MAN 1. Biasanya ada semacam pengenalan lapangan kepada siswa. Nanti mereka akan kita ajak ke KUA waktu ada prosesi nikah. Di sana nanti kita isi materi dulu.

Termasuk sosialisasi persyaratan tes urine bagi calon pengantin. Karena upaya ini sebagai langkah antisipasi agar generasi emas yang dicanangkan pemerintah bisa tercapai. Itu diawali dengan bibit-bitnya yang bebas narkoba.

Berapa pasang calon pengantin bakal mengawali tes urine?

Datanya masih direkap di KUA, sambil menunggu bulan Juli ini. Karena laporan biasanya pada akhir bulan. Ada yang masih menunggu momen bulan Besar (kalender Jawa) kayaknya yang daftar nanti lumayan banyak di Agustus. Sebelumnya data perkawinan di kota pada Januari ada 54 pasangan, Februari 56 pasangan, Maret 120 pasangan, April 66 pasangan, Mei 11 pasangan, dan Juni 140 pasangan.

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia