Selasa, 19 Nov 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Pesona Tarian Mojo Putri Majapahit Warnai Kirab Hasil Bumi

19 Juli 2019, 18: 30: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Tarian Mojo Putri memberi warna sendiri dalam Kirab Tumpeng di Lapangan Desa Canggu, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto.

Tarian Mojo Putri memberi warna sendiri dalam Kirab Tumpeng di Lapangan Desa Canggu, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. (Sofan Kurniawan/radarmojokerto.id)

MOJOKERTO – Belasan tumpeng yang disuguhkan oleh 18 kecamatan di Kabupaten Mojokerto diarak di Lapangan Desa Canggu, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Kamis (18/7).

Tumpeng-tumpeng ini berisi hasil bumi. Seperti polo pendem, kacang tanah, singkong, ketela rambat dan umbi-umbian. Selain itu, ada sayur mayur hasil pertanian. Seperti kubis, kacang panjang, kangkung, wortel, terong hingga cabai merah dan cabai rawit.

Arakan tumpeng ini banyak menyedot perhatian masyarakat. Mereka pun tumplek blek memenuhi area lapangan. ’’Bentuk gunungannya lucu-lucu. Ada bentuk ayam jago juga,’’ ungkap Hamidah, warga setempat. Kirab tumpeng ini digelar Pemkab Mojokerto dalam rangka pencanangan Ke-16 Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) dan Peringatan Ke-47 Hari Kesatuan Gerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (HKG PKK).

Hamidah mengaku, tertarik ikut bersama warga lainnyauntuk berebut tumpeng.Tak hanya menarik. Tumpeng hasil bumi ini juga diyakini membawa berkah. ’’Makanya,saya ikut berebut berkah,’’ tandasnya.Di samping itu sebagai wujud syukur warga atas hasil bumi yang telah diberikan Tuhan. ’’Perlu dilestarikan untuk memupuk jiwa kebersamaan dan menghapus individualisme yang kini semakin rentan di masyarakat,’’ terangnya.

Tak hanya kirap tumpeng.Tampak sejumlah tarian tradisonal hingga musik patrol turut meramaikan pagelaran tahunan tersebut. Salah satunya adalah sajian Mojo Putri, tak lain tarian identitas dari Kerajaan Majapahit. Hal itu, tak lain sebagai pelestarian tradisi di tengah masyarakat. ’’Gotong royong ini adalah pondasi dari pembangunan Kabupaten Mojokerto,’’ ungkap Wabup Pungkasiadi.

Menurutnya, gotong-royong ini tidak boleh lepas dalam kehidupan. ’’Harapannya, adalah persatuan dan kesatuan. Indonesia harus gotong-royong, dan ini tidak bisa kita tinggalkan,’’ tegasnya.

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia