Selasa, 19 Nov 2019
radarmojokerto
icon featured
Journey

Sensasi Water Tubing Sungai Boro Jabung, Pengunjung Diajak Reboisasi

18 Juli 2019, 18: 30: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Wisatawan menikmati derasnya aliran Sungai Boro di Desa Labak Jabung, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.

Wisatawan menikmati derasnya aliran Sungai Boro di Desa Labak Jabung, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. (Khudori Aliandu/radarmojokerto)

Mojokerto benar-benar kaya akan wisata alam. Destinasi water tubing di Dusun Jabung, Desa Lebak Jabung, Kecamatan Jatirejo misalnya. Selama musim libur sekolah dan akhir pekan, objek ini dipastikan menjadi jujukan pengunjung. Selain melatih andrenalin, wisatawan juga diajak menjaga lingkungan dengan menanam pohon.

WATER Tubing Selo Malang namanya. Ya, disana, wisatawan tidak hanya disuguhkan dengan keindahan alam.Juga dimanjakan air sungai yang jernih, sekaligus tumpukan bebatuan besar yang menghiasi keasrian aliran Sungai Boro.Lokasinya berada di perbatasan Desa Lebak Jabung, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, dengan Wonosalam, Kabupaten Jombang.

Meski masih tergolong baru, destinasi berada di tengah hutan lindung petak 58 KRPH Jabung tidak ada salahnya untuk dijajal. Selain masih kental akan keasrian alam, water tubing ini bisa menghilangkan penat karena rutinitas pekerjaan dan hiruk pikuk erupsi perkotaan. Bahkan, dengan memanfaatkan derasnya aliran sungai dari Lereng Gunung Arjuno, wisata water tubing tentu memacu adrenalin.

Dengan hanya menggunakan ban, mereka sudah bisa berselancar mengikuti derasnya aliran Sungai Boro sepanjang kurang lebih 2 kilometer. Sesekali wisatawan memang harus berbenturan dengan himpitan bebatuan besar di antara aliran sungai. ’’Cukup asyik bisa memacu adrenalin,’’ ungkapJohan Untung, wisatawan asal Kota Mojokerto.

Meluncur di atas derasnya aliran sungai tentu memiliki kesan dan sensasi. Di samping lebih dekat dengan alam, wisatawan juga diedukasi menjaga lingkungan. Setiap pengunjung diharuskan menanam satu pohon. Pohon itu sudah disediakan karan taruna setempat sekaligus sebagai pengelola. ’’Jadi, ada poin plusnya. Wisata sambil menjaga lingkungan,’’ terangnya.

Untung menyebutkan, keindahan alam di kawasan ini benar-benar menakjubkan. Sungai yang diapit perbukitan tersebut memiliki aliran air jernih dan dingin. Bebatuan di sepanjang aliran sungai juga menjadi pemandangan berbeda. Dengan demikian, jeram yang menantang, serta sensasi pemandangan alamnya menjadikan sebagai kombinasi hiburan alam.

’’Di sepanjang perjalanan, kita juga bisa menikmati pemandangan alam yang khas pegunungan,’’ tuturnya. Untuk safety keselamatan, sebelum berselancar, terlebih dulu diwajibkan menggunakan rompi pelampung, pelindung kepala, dan mendapat arahan tour guide. Pengelola water tubing, Ahmad Yani mengatakan, meski baru dibuka, tepanya pasca Lebaran lalu, Water Tubing Selo Malang ini banyak memikat wiatawan. Tak hanya dari Mojokerto.

Wisatawan juga datang dari berbagai kota. Seperti Surabaya dan Sidoarjo. ’’Konsepnya memang wisata  edukasi pemeliharaan hutan,’’ ungkapnya. Dengan moto gati marang ibu pertiwi, artinya peduli terhadap alam sekitar, pihaknya bersama semua elemen akan terus menjaga alam. Wisatawan yang datang diwajibkan menanam satu pohon yang sudah disiapkan. Langkah ini sekaligus untuk menjaga lingkungan agar tetap asri.

’’Hitung-hitung, reboisasi ini juga mengantisipasi adanya bencana banjir dan longsor,’’ tadasnya.Yang menarik, warga yang datang dan masuk tak dipungut biaya oleh warga. Mereka hanya dikenakan tarif Rp 25 ribu per orang untuk menyewa peralatan. Untuk tiba di lokasi, wisatawan lebih dulu harus melewati jalan setapak.

Jika ditempuh dengan jalan kaki menempuh waktu kurang lebih dua jam. Namun, pengunjung tidak perlu khawatir. Jalur tersebut dapat ditempuh dengan kendaraan. Hanya membutuhkan waktu selama 15 menit sampai 25 menit. ’’Di sini kami juga menyediakan kendaraan bagi wisatwan untuk menuju mencapai lokasi,” paparnya.

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia