Sabtu, 21 Sep 2019
radarmojokerto
icon featured
Mata Lensa

Kerajinan Perak Batankrajan Menembus Pasar Benua Biru

15 Juli 2019, 15: 04: 12 WIB | editor : Mochamad Chariris

Perajin perak di Desa Batankrajan, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, mengerjakan cincin pesanan.

Perajin perak di Desa Batankrajan, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, mengerjakan cincin pesanan. (Sofan Kurniawan/radarmojokerto.)

BERAWAL dari masa mudanya memilih hijrah ke Pulau Dewata, Bali, Murbowo, 54, belajar menciptakan beragam kriya berbahan logam.Di antaranya perak, tembaga, emas, titanium, dan lain sebagainya.

Setelah semua ilmu kriya dikuasai, Murbowo lalu memutuskan pulang kampong. Ia kemudian mengembangkan bakatnya di kampung halaman.Satu demi satu remaja dan pemuda kampung belajar ilmu tetang mendalami kriya kepadanya.Khususnya tentang kerajinan perak.

Sehingga lambat laun kawasan Desa Batankrajan, Kecamatan Gedeg inidikenal sebagai satu-satunya sentra kerajinan perak di Kabupaten Mojokerto. Tak hanya memenuhi permintaan pasar local.Kerajinan perak asal utara Sungai Brantas inipun mampu menembus pasar Benua Biru, Eropa.

Cincin perak pesanan dalam proses finishing.

Cincin perak pesanan dalam proses finishing. (Sofan Kurniawan/radarmojokerto)

Di antaranya Jerman dan Belanda.Di Jerman, perhiasan yang paling laris adalah tiaras atau mahkota hiasan kepala. Tiaras tidak hanya menjadi asesoris saat acara resmi maupun pesta.Banyak remaja di sana menggunakannya saat nongrong dan berkumpul bersama. Selain tiaras ada juga cincin dan liontin.

Murbowo menjelaskan semua karyanya mempunyai pasar berbeda. Sehingga kendala yang dihadapi saat ini adalah minimnya sumber daya manusia (SDM) sebagai perajin penerus. Karena memang tak mudah menekuni bidang kerajinan kriya.

”Tenaga saja tak cukup. Penciptaan kriya butuh keuletan dan kesabaran. Apalagi, kalau sudah mendapatkan pasar dari Eropa. Kita harus tetap mempertahankan selera pasar agar tetap eksis. Sebab, tak mudah menembus pasar internasional,” ujarnya.

(mj/fan/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia