Senin, 21 Oct 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Serobot Aset Lahan Pemkot, Bangunan Rumah Milik ASN Disegel Satpol PP

12 Juli 2019, 23: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Petugas Satpol PP Kota menyegel rumah di Lingkungan/Kelurahan/Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto.

Petugas Satpol PP Kota menyegel rumah di Lingkungan/Kelurahan/Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto. (Sofan Kurniawan/radarmojokerto/id)

MOJOKERTO - Petugas Satpol PP Kota Mojokerto menyegel bangunan rumah milik seorang aparatur sipil negara (ASN), Muhari, di Lingkungan/Kelurahan/Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, Kamis (11/7).

Menyusul, bangunan permanen tersebut berdiri di atas tanah aset milik Pemkota Mojokerto. Penyegelan ini dilakukan tidak serta merta. Sebelumnya, satpol PP telah menjatuhkan peringatan dugaan penyerobotan lahan ini hingga tiga kali.

Namun, peringatan tersebut tak kunjung dindahkan. Muhari yang kesehariannya sebagai tukang kebun di SDN 5 Kranggan, Kota Mojokerto, justru terkesan tak menggubris. Bahkan, belakangan ia keukeuh melanjutkan proses pembangunan di atas lahan milik pemerintah.

Hal itu diketahui saat proses penyegelan berlangsung. Tampak beberapa pekerja sebelumnya beraktivitas membangun rumah dengan luasan kurang lebih 7 x 9 meter itu mendadak berhamburan meninggalkan lokasi. Mereka kocar-kacir begitu mengetahui kedatangan puluhan anggota satpol PP untuk melakukan penyegelan.

’’Rumah ini mulai dibangun sejak satu bulan yang lalu,’’ ungkap SN salah satu warga. Menurutnya, dia tak mengetahui persis status tanah tersebut. Yang jelas, warga menyebut, bangunannya bakal digunakan untuk rumah tinggal milik Muhari.

Kepala Satpol PP Kota Mojokerto, Heryana Dodik Murtono mengungkapkan, penyegelan ini tak lepas karena bangunan tersebut memang berdiri di atas aset milik pemkot. Hal itu berdasarkan dengan hak pakai Nomor 1 Tahun 1970. ’’Kita sebenarnya sudah memperingatkan yang bersangkutan,’’ tegasnya.

Namun, peringatan hingga tiga kali tersebut, lanjut Dodik, tak membuat Muhari lantas menghentikan proses pembangunan. ’’Akhirnya, hari ini (kemarin, Red) kita tertibkan,’’ tambahnya. Dalam waktu dekat satpol PP akan berkoordiansi dengan DPPKA untuk mengambil langkah selanjutnya.

’’Kalau nanti rekomendasi dari DPPKA disuruh membongkar, ya kita bongkar,’’ tegasnya. Dalam menjaga bangunan rumah yang disegel, Dodik mememastikan akan terus memantau sekaligus memanggil Muhari sebagai pemilik bangunan untuk dimintai keterangan.

’’Kita sudah berkordinasi dengan pihak kelurahan, akan melakukan pemanggilan yang bersangkutan untuk pembinaan. Kami akan sampaikan dasar-dasarnya kalau itu merupakan aset pemkot,’’ tuturnya.

Penyegelan bangunan rumah di aset milik pemkot ini juga berkaitan dengan rencana akan dibagunnya beberapa fasilitas perkantoran di lokasi tersebut. ’’Rencananya akan dibangun Mapolsek Kranggan, Koramil Kranggan, dan Kantor Kecamatan Krangan,’’ tandasnya. 

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia