Jumat, 06 Dec 2019
radarmojokerto
icon featured
Berita Daerah

Pedagang Loak Menolak Menetap di Pasar Kliwon, Sebut Tak Sesuai Janji

12 Juli 2019, 21: 16: 06 WIB | editor : Mochamad Chariris

Pedagang loak saat berjualan di Pasar Prapanca, Kelurahan Mentikan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.

Pedagang loak saat berjualan di Pasar Prapanca, Kelurahan Mentikan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. (Sofan Kurniawan/radarmojokerto/id)

MOJOKERTO – Keinginan pemkot menyulap Pasar Kliwon menjadi pasar loak memantik reaksi para pedagang loak di Pasar Prapanca. Mereka menolak untuk menetap lantaran merasa belum ada kesepakatan.

Sebelumnya pedagang juga dijanjikan bisa kembali ke tempat asal. Meski pemkot sudah mengimbau para pedagang untuk segera mengemas dagangannya dari Pasar Prapanca, namun Kamis (11/7) sebagian besar pedagang masih memilih bertahan. Mereka masih terlihat membuka dasar di lapak dan kios masing-masing.

Rudi, salah satu pedagang, mengatakan, pihaknya belum pindah ke Pasar Kliwon lantaran tempat yang disiapkan untuk relokasi belum sepenuhnya siap ditempati. Terlebih, dia juga mengaku belum mendapat jatah pembagian kios yang bakal menjadi lapak dagangannya nanti.

’’Kita sudah diberi tahu untuk pindah, tapi kemarin saya survei tempatnya masih belum siap,’’ ungkapnya. Dia mengaku tidak keberatan jika diminta untuk boyongan ke Pasar Kliwon. Dengan catatan, tempat relokasinya sudah langsung siap untuk dihuni.

Pedagang onderdil motor bekas ini, mengatakan, jauh sebelumnya juga telah disosialisasikan untuk pindah karena Pasar Prapanca akan dibangun. Dia mengaku tidak setuju jika nantinya para pedagang diharuskan menetap di Pasar Kliwon. Mengingat, sejauh informasi yang dia ketahui, relokasi tersebut hanya bersifat sementara.

’’Kita sebenarnya manut saja dengan pemerintah. Kita ke sana (Pasar Kliwon) kan pindah sementara. Setelah dibangun katanya bisa kembali lagi,’’ ujarnya. Hal senada juga disampaikan Sumarto, pedagang lain. Dia juga belum berkemas lantaran kios yang disediakan untuk relokasi dianggap terlalu kecil.

Sehingga, tidak memungkinkan menaruh seluruh barang dagangannya. ’’Sebagaian barang nanti saya bawa ke rumah. Jadi di sana (Pasar Kliwon) nanti hanya bisa bawa perkakas sedikit. Tidak bisa seperti di sini (Pasar Prapanca),’’ tandasnya.

Ayah dua anak ini juga mengaku menolak jika akan menetap di Pasar Kliwon. Alasannya, lokasi relokasi tersebut dianggap kurang strategis dibandingkan dengan Pasar Prapanca. Sehingga, jika dalam jangka panjang dikhawatirkan akan mengurangi penghasilnannya.

Bahkan, jika pemkot memutuskan untuk dipermanenkan di Pasar Kliwon, dirinya akan tetap untuk kembali berdagang di tempat semula. ’’Saya akan tetap kembali. Karena dagangan saya lakunya di sini,’’ papar pedagang yang sudah belasan tahun berdagang di Pasar prapanca ini.

Sementara itu, salah satu pengurus paguyuban pedagang Pasar Prapanca menambahkan, kekhawatiran para pedagang sangatlah beralasan. Mengingat, dari awal penyampaian sosialisasi dan musyawarah terakhir yang dilakukan bersama Kelurahan Mentikan dan Dinas Perdagangan (Disperindag) Kota Mojokerto sama sekali tidak pernah menyinggung soal menetapnya pedagang loak di Pasar Kliwon.

Menurutnya, selama ini pihaknya hanya merasa bersepakat untuk relokasi sementara saja. Pemindahan itu tidak lepas karena akan direvitalisasinya sentra perdagangan yang juga di kenal Pasar Cakarayam tersebut. ’’Dalam penyampaian sosialisasi dan pertemuan kita dijanjikan bisa menempati kembali di Prapanca.

Andai kata kita ditetapkan di sana (Pasar Kliwon), berarti kita dibohongi,’’ tandas perwakilan paguyuban pedagang yang meminta namanya tidak disebutkan ini. Menurutnya, seluruh pedagang sebenarnya sudah sepakat untuk direlokasi. Karena mereka berharap tempatnya di Pasar Prapanca akan diperbaiki untuk lebih layak lagi.

Namun, para pedagang tidak rela jika dengan adanya revitalisasi tersebut justru menggusurnya dari lokasi mereka mencari nafkah selama ini. Terlebih, Pasar Kliwon dianggap kurang memenuhi syarat untuk dijadikan sebagai sentra pasar loak. Mengingat, peruntukan bangunan pasar sejak awal memang bukan untuk komoditas peralatan berat maupun barang bekas.

Untuk itu, pihaknya berencana akan kembali menanyakan kepastian nasib para pedagang Pasar Prapanca ke pemerintah. Dia berharap, mereka akan tetap mendapatkan lahan untuk berjualan di lokasi asal jika pembangunan telah rampung nanti.

’’Sebenarnya kalau untuk pindah sementara rata-rata pedagang sudah tidak ada masalah. Tapi kalau untuk menetap, keseluruhan pasti menolak 100 persen,’’ pungkasnya. Sebelumnya, Pasar Kliwon yang selama ini tempat berjualan pakaian dan kuliner, jadi pasar loak. Pedagang barang loak Pasar Prapanca secara bertahap boyongan ke pasar tersebut.

Pedagang loak itu dipastikan tidak akan mendapatkan tempat lagi di Pasar Prapanca. Mereka akan menetap di Pasar Kliwon yang merupakan pasar tertua di Kota Mojokerto itu. Kepastian itu disampaikan oleh Wakil Wali Kota Achmad Rizal Zakaria. Dia mengatakan, mulai hari ini pedagang Pasar Prapanca sudah mulai bisa mengemasi barang daganganya.

Pasalnya, pemkot telah menyediakan tempat relokasi di Pasar Kliwon. ’’Kita sediakan di sini (Pasar Kliwon, red) sekitar 120 kios lebih untuk menampung pedagang dari Prapanca,’’ terang wawali saat memantau pengerjaan kios di Pasar Kliwon, Rabu (10/7).

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia