Kamis, 21 Nov 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Pusat Kuliner Legendaris di Kota Dialih Fungsikan Jadi Pasar Loak

11 Juli 2019, 20: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Kios dan los di Pasar Kliwon yang disiapkan sebagai tempat relokasi pedagang dari Pasar Prapanca, Kelurahan Mentikan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.

Kios dan los di Pasar Kliwon yang disiapkan sebagai tempat relokasi pedagang dari Pasar Prapanca, Kelurahan Mentikan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. (Rizal Amrulloh/radarmojokerto.id)

MOJOKERTO – Pasar Kliwon yang selama ini tempat berjualan pakaian dan kuliner, jadi pasar loak. Mulai kemarin, secara bertahap pedagang barang loak Pasar Prapanca boyongan ke pasar tersebut.

Pedagang loak itu dipastikan tidak akan mendapatkan tempat lagi di Pasar Prapanca. Mereka akan menetap di Pasar Kliwon yang merupakan pasar tertua di Kota Mojokerto itu. Kepastian itu disampaikan oleh Wakil Wali Kota Achmad Rizal Zakaria.

Dia mengatakan, mulai hari ini pedagang Pasar Prapanca sudah mulai bisa mengemasi barang daganganya. Pasalnya, pemkot telah menyediakan tempat relokasi di Pasar Kliwon. ’’Kita sediakan di sini (Pasar Kliwon, red) sekitar 120 kios lebih untuk menampung pedagang dari Prapanca,’’ terang wawali saat memantau pengerjaan kios di Pasar Kliwon.

Menurutnya, jumlah tersebut telah sesuai dengan pendataan pedagang yang ada di kompleks Pasar Prapanca. Mulai dari kelompok pedagang loak, pusat dagang sepeda (PDS), hingga penjual warung makanan. ’’Jadi untuk pedagang lama akan tercukupi semua,’’ ujarnya.

Cak Rizal, begitu wawali akrab disapa, mengatakan, pedagang sudah bisa mulai menempati kios tersebut Rabu (10/7) kemarin. Masing-masing paguyuban pedagang juga telah dilakukan pembagian jatah kios sesai dengan komoditas yang dijualnya.

Namun, upaya itu dilakukan secara bertahap. Mengingat, pembangunan kios maupun los di Pasar kliwon masih belum rampung 100 persen. Dia mengatakan, relokasi akan diprioritaskan terlebih dulu bagi kelompok pedagang besi tua.

Mereka dijatah di los berukuran kurang lebih 2 x 6 meter di sisi selatan pasar. Setelah itu, akan disusul oleh kelompok pedagang lainnya. ’’Pokoknya kelompok mana yang sudah siap pindah bisa menempati dulu. Kita targetkan dalam bulan ini juga sudah ke sini (Pasar Kliwon) semua,’’ tandasnya.

Cak Rizal mengatakan, pedagang harus segera direlokasi karene proyek fisik akan segera digulirkan. Diperkirakan, pertengahan bulan ini akan mulai eksekusi pembongkaran. Dan pada pekan terakhir Juli ini pembangunan sentra perdagangan yang dikenal dengan Pasar Cakarayam itu akan direalisasikan. ’’Karena lelangnya sudah,’’ ujarnya.

Disinggung sampai kapan pedagang akan menempati tempat relokasi tersebut, Cak Rizal mengaku mereka akan menetap di Pasar Kliwon. Dengan demikian, meski pembangunan Pasar Prapanca rampung di akhir tahun nanti, para pedagang tidak akan lagi mendapat kesempatan untuk kembali ke tempat lama mereka.

’’Tetap di sini terus. Ini kan dalam rangka upaya kita menghidupkan kembali Pasar Kliwon,’’ ulasnya. Pihaknya mengaku telah mencapai kesepakatan dengan para pedagang terkait pemindahan tersebut. Sebagai konsekuensinya, pemkot harus menyediakan tempat yang layak bagi pedagang.

Oleh karena itu, pedagang akan diakomodir untuk menempati sesuai zonasi. Selain pedagang besi tua yang mendapat jatah di sisi selatan, pedagang loak dan spare part bekas disediakan untuk menempati kios di lantai dasar dan lantai atas Pasar Kliwon.

Sementara itu, kelompok penjual makanan dan minuman akan dipisah untuk menempati stan yang ada depan gedung pasar. ’’Saya kira nanti akan tetap raamai, karena komoditas barang loak ada pengemar khusus,’’ pungakasnya.

Sebagaimana diketahui, Pasar Prapanca merupakan salah satu pasar yang disentuh proyek fisik tahun ini. Pasar yang berada di Kelurahan Mentikan, Kecamatan Prajurit Kulon ini, mendapat kucuran dana Tugas Pembantuan (TP) dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) sebesar Rp 4 miliar.

Selain itu, sentuhan perbaikan dan pembangunan pada pusat perdagangan dan perekonomian di Kota onde-Onde tahun ini juga menyasar tiga titik lainnya. Seluruhnya mendapat bantuan dari pemerintah pusat. Antara lain adalah renovasi Pasar Prajurit Kulon dan pembangunan pasar di Kelurahan Gunung Gedangan. Masing-masing mendapat suntikan dana alokasi khusus (DAK) Rp 1,6 miliar. Selain itu menyentuh sentra Pedagang Kaki Lima (PKL) Benteng Pancasila (Benpas). Pembangunan sentra yang menampung eks PKL Alun-Alun Kota Mojokerto ini bakal dicover sepenuhnya oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Saat ini, bangunan yang pernah dilanda kebakaran 2018 silam itu telah rata dengan tanah. 

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia