Kamis, 24 Oct 2019
radarmojokerto
icon featured
Journey
Panorama Bukit Semar di Lereng Anjasmoro

Menikmati Matahari Terbit di Antara Gunung Penanggungan dan Welirang

11 Juli 2019, 16: 12: 23 WIB | editor : Mochamad Chariris

Menikmati Matahari Terbit di Antara Gunung Penanggungan dan Welirang

MOJOKERTO - Destinasi Bukit Semar memang jarang didengar. Namun, objek wisata di kawasan Gunung Anjasmoro ini menyimpan panorama luar biasa. Menawarkan keindahan alam tak biasa.

Malam hari, wisatawan disuguhkan gemerlapnya lampu perkotaan dari atas puncak. Sementara di pagi hari pedaki dimanjakan view dua gunung sekaligus. Objek wisata di Desa Dilem, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, ini tergolong baru. Lokasinya berada di lereng Pegunungan Anjasmoro sisi utara.

Dari Kota Mojokerto, pengunjung hanya membutuhkan waktu selama satu jam menempuh perjalanan menggunakan kendaraan. Mengendarai sepeda motor atau mobil. Sebelum masuk ke lokasi, pengunjung diimbau memarkir kendaraan di tempat yang sudah disiapkan karang taruna.

Dengan hanya merogoh koceh Rp 10 ribu wisatawan sudah bisa dengan bebas menikmati destinasi alam pegunungan. ’’Rp 5 ribu untuk parker, dan Rp 5 ribu sebagai tiket masuk,’’ ungkap anggota Karang Taruna Desa Dilem, Hendrik. Untuk bisa menikmati puncak Bukit Semar, wisatawan harus melakukan pendakian dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak hingga 2,5 jam (waktu normal).

Sebab, lokasi Bukit Semar berada di ketinggian 933 mpdl (meter di atas permukaan laut) atau 4,8 kilometer (Km) dari permukiman warga. Di kalangan pecinta alam, kawasan ini masih cukup asing. Namun, keindahan alamnya sudah menjadi perbincangan dan mengundang rasa penasaran.

Sebab, belum banyak masyarakat mengetahui objek wisata anyar yang diyakini sarat menyimpan potensi alam tersebut. ’’Keindahan kawasan ini memang masih alami dan tersembunyi,’’ tuturnya. Ada banyak panorama yang disuguhkan. Di sepanjang perjalanan, wisatawan akan dimanjakan panorama alam khas pegunungan.

Rasa capek dan letih dipastikan terbayar. Sebab, panorama yang indah juga membuat lelah wisatawan terobati. Tak heran, meski tergolong objek wisata baru, belakangan sudah menjadi pilihan favorit wisatawan dan pendaki. Tidak hanya dari warga Mojokerto. Mereka juga datang dari Pasuruan, Sidoarjo, dan Surabaya.

Bahkan, untuk mendapatkan view indah, mereka sengaja memilih mendirikan tenda di Bukit Semar untuk sekadar bermalam. ’’View paling bagus memang saat matahari terbit, sampai sekitar pukul 09.00,’’ terangnya. Dia menyeebutkan, wisatawan bisa langsung menikmati indahnya matahari terbit di antara dua gunung sekaligus.

Yakni, Gunung Penanggungan dan Welirang. Sebaliknya, saat matahari terbenam pendaki dapat menimatinya di kaki Gunung Anjasmoro. Sementara di sisi selatan barat pengunjung dimanjakan panorama perbukitan dan Candi Pari sebagai peninggalan bersejarah.

Begitu juga kala malam hari. Pengunjung dibuat takjub dan terpikat untuk kembali. ’’Karena wisatawan bisa menikmati gemerlapnya lampu perkotaan,’’ jelasnya. Kades Dilem Zainul Arifin menambahkan, destinasi yang mulai digarap pemerintah desa ini memang banyak memiliki daya tarik. Baik untuk sekadar berwisata atau berkemah.

’’Medannya juga tidak begitu ekstrem. Cocok untuk pendaki pemula,’’ ungkapnya. Kata dia, Bukit Semar sejatinya berada di kawasan Tahura (taman hutan rakyat). Sekaligus merupakan destinasi baru bagi pendakian. Di sepanjang perjalanan, aroma khas pegunungan sangat terasa. ’’Kalau malam hari lumayan dingin, sekitar 20 derajat Celsius. Tapi, tetap kadar aman,’’ tandasnya.

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia