Kamis, 21 Nov 2019
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Leher Terikat Tali Tambang, Jasad Perempuan Ditemukan Mengambang

10 Juli 2019, 20: 50: 52 WIB | editor : Mochamad Chariris

Tim relawan mengevakuasi jasad korban dengan bantuan tali tampar di Dam Sipon, Desa Pagerluyung, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto.

Tim relawan mengevakuasi jasad korban dengan bantuan tali tampar di Dam Sipon, Desa Pagerluyung, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. (Khudori Aliandu/radarmojokerto.id)

MOJOKERTO – Jasad tanpa identitas kembali ditemukan warga di sekitar Dam Sipon, Desa Pegerluyung, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Selasa (9/7).

Mayat berjenis kelamin perempuan ini ditemukan warga dalam kondisi leher terjerat tali tambang plastik berwarna biru. Pukul 10.00 mayat ini ditemukan penjaga Jembatan Pagerluyung, Budianto, 34. Saat itu ia tengah sibuk mengatur lalu lintas kendaraan.

Tak lama ia dikejutkan dengan kemunculan mayat yang mengapung di Sungai Brantas dalam kondisi tengkurap. ’’Tadi (kemarin, Red) saya melihat dari selatan jembatan. Setelah saya pastikan ternyata itu mayat. Langsung saya laporkan ke polisi dan teman-teman relawan,’’ ungkapnya.

Temuan ini menjadi perhatian warga dan pengguna jalan. Mereka yang penasaran pun berusaha untuk mendekat ke sungai. Proses evakuasi jasad korban juga berlangsung lama. Menyusul arus Sungai Brantas saat itu cukup deras.

Satu jam kemudian tim relawan bersama petugas berhasil mengangkat mayat tersebut dari permukaan sungai. Hasil indentifikasi sementara, diketahui korban berjenis kelamin perempuan. Mengenakan kaus lengan panjang warna hijau dan celana dalam warna cokelat muda.

’’Setelah dipastikan, mayat tersebut berjenis kelamin perempuan,’’ ungkap Kapolsek Gedeg AKP Suwoco. Korban diketahui berambut panjang dan dalam kondisi gelungan (diikat). Namun, polisi belum dapat menyimpulkan di balik penyebab tewasnya korban tersebut. Apakah menjadi korban kecelakaan atau ada unsur penganiayaan di balik itu.

Suwoco mengaku untuk mengetahui lebih jelas penyebab kematian korban, pihaknya membawa jasad ke RSUD RA Basuni Gedeg untuk proses otopsi. ’’Ada beberapa luka lecet di tubuh korban. Itu kemungkinan karena pembusukan mayat. Pastinya, kami menunggu pemeriksaan dokter,’’ terangnya.

Selain itu, polisi belum berhasil mengungkap identitas korban. Diperkirakan korban sudah hanyut di sungai lebih dari dua hari. Tampak kondisi jasad sudah membengkak dan mengeluarkan aroma tak sedap. Kendati demikian, Suwoco tidak menampik saat ditemukan terdapat tali tambang plastik yang menjerat leher korban.

Ujung tambang terikat botol air mineral. Jeratan tambang tersebut diketahui sudah hampir terlepas. ’’Perkiraan saya itu bekas akan dievakuasi warga dengan di lempar tambang. Tapi, semua kemungkinan bisa saja terjadi. Kami tidak mau berspekulasi lebih jauh,’’ ujarnya.

Hingga Selasa (9/7) polisi fokus untuk mengungkap identitas jasad perempuan tersebut. Selain mengeidentifikasi sidik jari juga berkoordinasi dengan kepolisian Polres Jombang. 

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia