Selasa, 19 Nov 2019
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Sopir Lihat Google, Boks Kontainer Nyangkut Jembatan, Timpa Pemotor

09 Juli 2019, 23: 30: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Kontainer truk trailer yang menyangkut konstruksi Jembatan Pagerluyung, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto.

Kontainer truk trailer yang menyangkut konstruksi Jembatan Pagerluyung, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. (Khudori Aliandu/radarmojokerto.id)

MOJOKERTO – Kecelakaan melibatkan truk kontainer dan sepeda motor terjadi di bawah Jembatan Pagerluyung, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Senin (8/7).

Akibat insden itu pengendara sepeda motor Honda CBR 150 Nopol S 6797 SI, Bima Indra, 22, harus dilarikan ke RSUD Basuni Gedeg untuk menjalani perawatan medis. Warga asal Kelurahan/Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto ini mengalami patah tulang setelah tertimpa boks kontainer yang jatuh akibat tersangkut konstruksi jembatan.

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 14.00. Saat itu, truk kontainer yang dikemudikan Mohammad Angsori, 22, warga asal Madura berjalan arah Mojokerto menuju Gedeg. Di lokasi, sopir kurang memperhatikan rambu-rambu di area jembatan. Dia tetap memilih nyelonong melintas di bawah jembatan.

Akibatnya, boks truk kontainer yang ketinggiannya mencapai 3 meter menyentuh konstruksi bawah jembatan. Membentur lalu tersangkut. ’’Kerasnya benturan membuat boks kontainer terlepas dari badan truk,’’ ungkap Santi, salah satu warga. Pengendara sepeda motor Honda CBR, Bima Indra, yang berjalan di di belakang truk menjadi korban.

Dia yang hendak mengantarkan temannya ke area Gedeg harus dilarikan ke rumah sakit RSUD Basuni Gedeg. ’’Korban (Bima) mengalami patah tulang tangan kiri setelah sempat tertimpa boks kontainer,’’ tandasnya. Proses evakuasi berlangsung lama. Kemacetan panjang mewarnai arus lalu lintas. Setelah pihak kepolisian harus menerjunkan alat berat untuk menderek truk kontainer.

’’Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), sopir kontainer memang kurang fokus,’’ kata Kanitlantas Polsek Gedeg, Ipda Herry Purwanto di lokasi. Sopir diduga tidak memperhatikan rambu-rambu lalu lintas yang terpasang di area jembatan. Jembatan yang melintang di atas Sungai Brantas ini sejatinya sebagai jalur alternatif Mojokerto-Jombang. Difungsikan sebagai akses truk pengangkut tebu menuju PG Gempolkrep.

Ketinggian maksimal 2,5 meter dari permukaan jalan, tak jarang membuat truk trailer ketinggiannya mencapai 3 meter tersangkut. ’’Kebetulan sopir sedang melihat Google. Dia juga baru sadar setelah tersangkut jembatan,’’ terangnya. Dia menyebutkan, tersangkut truk di bawah jembatan ini bukanlah yang pertama. Hampir terjadi setiap bulan. Faktornya sama.

Karena sopir tidak tahu medan atau tak memperhatikan rambu maksimal tinggi jembatan. Hanya saja, darisejumlah kejadian yang terjadi, baru kali ini ada korban. ’’Korban (Bima) berada dibelakang truk. Sehingga menabrak samping truk saat boksnya terlepas dan jatuh,” paparnya.

Siswaji, 49, ayah korban sempat syok atas insiden yang menimpa anaknya. ’’Yang jelas, kami menuntut pihak perusahaan bertanggung jawab,’’ ungkapnya. Sebab, selain mengalami patah tulang kiri, kondisi itu membuat anaknya tak bisa bekerja. 

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia