Kamis, 21 Nov 2019
radarmojokerto
icon featured
Sportainment

Pengkab PJSI Andalkan Nomor Perorangan, Optimistis Melenggang ke Final

09 Juli 2019, 21: 30: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Atlet Judo Kabupaten Mojokerto bersaing sengit di Porprov ke-VI 2019 di GOR SMAN Model terpadu Bojonegoro.

Atlet Judo Kabupaten Mojokerto bersaing sengit di Porprov ke-VI 2019 di GOR SMAN Model terpadu Bojonegoro. (Farisma Romawan/radarmojokerto.id)

MOJOKERTO – Dua hari pasca bergulirnya Porprov Ke-VI Jatim 2019, kontingen Kabupaten Mojokerto terus berjuang merebut medali sebanyak mungkin.

Kali ini, nomor perorangan menjadi satu-satunya andalan atlet kabupaten dalam menambah medali sebanyak-banyaknya hingga di hari terakhir pelaksanaan porprov. Utamanya, untuk cabor bela diri yang sejak awal sudah dibebani medali emas di setiap cabor.

Peralihan tersebut setelah beberapa cabor di nomor dan kelas beregu belum bisa memenuhi target melaju ke final. Sehingga eksistensi nomor perorangan masih dipercaya sebagai yang terbaik dalam mengangkat peringkat kontingen ke papan atas klasemen sementara.  Termasuk di hari kedua pasca pembukaan kemarin.

Kontingen dari bumi Majapahit hanya mampu menambah dua medali perak dan 2 medali perunggu. Yakni, dari cabor judo dan pentaque. Untuk judo, dua medali perak disumbangkan dua judoka di nomor seni junokata nagenokata putri. Sementara perunggu didapat di nomor perorangan +78 kg putri.

’’Kita masih ada peluang nomor-nomor kecil. Hari ini (kemarin, Red) baru nomor besar dan seni yang dipertandingkan,’’ tutur Kurniawan, Ketua Umum Pengkab PJSI Mojokerto. Kurniawan mengakui target medali yang disematkan kepada anak asuhnya cukup menjadi beban tersendiri.

Belum lagi beban wajib meneruskan tradisi emas yang selalu diraih cabor bela diri asal Jepang itu di setiap gelaran porprov bergulir. Sehingga tuntutan itu mau tak mau wajib direalisasikan di gelaran porprov keenam tahun ini. Meski begitu Kurniawan mengaku optimistis anak asuhnya mampu mempersembahkan yang terbaik bagi Kabupaten Mojokerto.

Optimisme itu tak lepas dari terbukanya kans setelah melihat persaingan antar-atlet dari beberapa daerah. ’’Musuh terberat sudah sering kita hadapi di beberapa kejuaraan kejurprov sampai kejurnas. Sementara itu, kualitas permainan anak-anak juga sudah banyak meningkat,’’ tandasnya.

Tidak hanya judo, pentaque juga sukses merebut sekeping perunggu. Di nomor triple woman oleh Zarotul Nurul Izzah, Merita Nardiana, dan Fathica Laila Sari. Perolehan itu tentu masih bisa ditambah di nomor lain. Seperti double putra dan putri, single putra dan putri, serta triple mix yang akan berlangsung mulai hari ini sampai Kamis (11/7).

’’Atlet yang kita berangkatkan ada sembilan orang. Kita fokus terhadap nomor-nomor yang sudah diikuti di kejuaraan sebelum porprov,’’ terang Roby Anggara, Ketua FOPI Mojokerto.Lalu, juga ada cabor wushu yang tahun kemarin mampu menyumbang sekeping emas.

Kali ini, tiga pewushu andalan berhasil melaju ke babak semifinal kelas shanda, yakni Wina, Cindy dan Arzy. Jika lolos ke final, mereka bakal memperebutkan medali emas. Namun, jika gagal, medali perunggu sudah pasti didapat. ’’Wina sudah persiapan sejak awal. Kita tinggal memantaunya saja setiap pertandingan. Semoga tiga atlet bisa lolos ke final semuanya,’’ tandas Kurniawan. 

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia