Kamis, 24 Oct 2019
radarmojokerto
icon featured
Politik

Ada Keriuhan di Balik Terpilihnya Pungkasiadi sebagai Ketua DPC PDIP

09 Juli 2019, 18: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Suasana Konfercab Serentak PDI Perjuangan di Hotel The Sun, Madiun, Minggu (7/7).

Suasana Konfercab Serentak PDI Perjuangan di Hotel The Sun, Madiun, Minggu (7/7). (DPC PDIP Kabupaten Mojokerto for radarmojokerto.id)

MOJOKERTO - Pungkasiadi terpilih menjadi Ketua DPC PDI Perjuangan dalam konferensi cabang (Konfercab) di Hotel The Sun, Madiun, Minggu (7/7). Saat namanya dibacakan, sejumlah delegasi langsung riuh.

Mereka sempat melayangkan protes lantaran Pungkasiadi dinilai tak pernah masuk dalam proses penjaringan. Ballroom Hotel The Sun, Madiun petang itu memerah. Fungsionaris hingga delegasi DPC dari 7 kota dan kabupaten di Jatim, penuh sesak di ruangan.

Ketenangan yang berlangsung sejak siang itu mendadak berubah saat nama Pungkasiadi diucapkan Wasekjen PDI Perjuangan Ahmad Basarah sebagai ketua. Delegasi dari DPC Kabupaten Mojokerto langsung berdiri. Mereka mulai riuh, dan bahkan melayangkan protes.

’’Ia tidak masuk di usulan. Kenapa bisa jadi ketua,’’ teriak salah satu pengurus. Terkejutnya para delegasi itu, juga disebabkan oleh nihilnya Pungkasiadi dalam pertemuan tersebut. Padahal, Pungkasiadi, sekretaris terpilih Yuni Sri Erdiana, dan bendahara H. Arifin, sudah hadir beberapa jam sebelum acara dimulai.

Ketiganya duduk di ruangan yang tersekat tembok dengan para delegasi. Namun, teriakan itu tak berlangsung lama. Beberapa pengurus DPC pun berusaha meredamnya. Pengurus itu bahkan menjelaskan jika pemilihan ketua DPC yang dilakukan DPP tersebut bisa melalui berbagai jalan.

’’Ada beberapa pintu. Bisa dari usulan DPC, bisa juga dari DPD dan DPP,’’ ungkap Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Mojokerto terpilih, Yuni Sri Erdiana. Pungkasiadi, jelas anggota DPRD Kabupaten Mojokerto ini, memang tak masuk dalam proses penjaringan di tingkat DPC.

Akan tetapi, Pungkasiadi sejak lima tahun terakhir sangat aktif menjadi pengurus di tingkat DPD Jatim. Bahkan, Yuni menegaskan, jika Pungkasiadi merupakan lulusan proses perkaderan yang digelar DPP PDI Perjuangan di Ciawi, Bogor, 2014 silam. ’’Ada perkaderan saat itu oleh DPP. Ada sertifikatnya,’’ papar perempuan berhijab ini.

Sementara itu, Ketua Bidang Kehormatan Partai, Ismail Pribadi, mengaku sangat terkejut dengan keputusan partainya tersebut. Karena meski sebagai pengurus inti di PDI Perjuangan, ia tak pernah sekali pun mendengar adanya pencalonan wakil bupati itu di tingkat DPC.

Namun, ia menyadarinya jika Pungkasiadi sudah resmi dan memiliki kartu tanda anggota (KTA) moncong putih sejak running di Pilbup 2015 bersama Mustofa Kamal Pasa (MKP). ’’Dia anggota sejak lima tahun lalu,’’ tandas ketua DPRD Kabupaten Mojokerto ini. 

(mj/ron/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia