Sabtu, 20 Jul 2019
radarmojokerto
icon featured
Sportainment

Tumbangkan Atlet Andalan Jatim, Jago-Jago Kota Langsung Sabet Medali

08 Juli 2019, 23: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

I Gede Arya saat bermain di semifinal bola 8 Porprov ke-VI di Komplek Gelora Joko Samudro Gresik.

I Gede Arya saat bermain di semifinal bola 8 Porprov ke-VI di Komplek Gelora Joko Samudro Gresik. (Istimewa for radarmojokerto.id)

MOJOKERTO – Berangkat tanpa mengantongi anggaran operasional penuh tak menghalangi kontingen Kota Mojokerto dalam merebut prestasi. Bahkan, di hari pertama pelaksanaan Porprov ke-VI 2019, dua atlet Kota Onde-Onde sukses menyumbangkan medali.

Yakni, sekeping emas, 1 perak dan 1 perunggu. Emas pertama itu disumbangkan cabor angkat berat yang turun dengan 3 lifter andalan. Sementara perunggu disumbangkan cabor biliar yang turun dengan empat pebiliar. Emas diraih oleh Mateus Handika, lifter muda yang turun di kelas 59 kg.

Ia sukses menjadi yang terbaik setelah berhasil mengangkat total beban 512 kg. Jumlah angkatan tersebut juga dibarengi dengan angkatan sub total yang mampu menembus 317 kg atau terbaik kedua. Sehingga, Mateus Andika berhak menggondol dua medali sekaligus, emas dan perak.

Ia berhasil unggul atas Tri Handoko, lifter Kota Kediri yang hanya mampu mengangkat total beban 506 kg. Padahal, Tri Handoko sebelumnya diunggulkan setelah melihat track record-nya yang sangat memukau selama 2018. Bahkan, ia menjadi lifter andalan Jatim di Kejurnas angkat berat. Namun, harus kandas dari Mateus yang baru berusia 20 tahun.

’’Ini emas pertama buat Kota Mojokerto. Kita selalu bisa dominan dan bisa mengalahkan atlet junior andalan Jatim. Meskipun sempat tidak diunggulkan di awal pertandingan,’’ ujar Indro Tjahyono, ketua Pengkot PABBSI Mojokerto. Atas raihan itu, Mateus berpeluang menjadi andalan Jatim di Kejurnas tahun depan. Peluang tersebut setelah Pengprov PABBSI Jatim memberikan isyarat untuk melatihnya di puslatda Jatim.

Ia menggantikan seniornya Dwi Prasetyo yang pada Porprov 2015 lalu juga sukses merebut perak dan perunggu. Dwi Prasetyo sendiri gagal tampil setelah telat dalam timbang badan dan drawing Sabtu (6/7). ’’Pelatih pelatnas tadi bilang jika Mateus segera masuk karantina Puslatda Jatim yang akan diterjunkan di Kejurnas tahun depan,’’ tandasnya.

Selain angkat berat, sekeping medali perunggu juga dipersembahkan cabor biliar yang turun di nomor bola 8. I Gede Arya hanya bisa finis di peringkat dua setelah di semifinal dikalahkan pebiliar Kota Malang. Meski demikian, masih ada kesempatan bagi Arya dkk untuk berjuang kembali merebut emas di nomor bola 10 dan bola 9 yang akan bertanding hari ini.

’’Tetap menatap kembali di nomor lain. Andalan kita masih ada Nurma di nomor bola 9 putri,’’ pungkas Bagus Majoki, ketua umum Pengkot PABBSI Mojokerto. 

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia