Kamis, 24 Oct 2019
radarmojokerto
icon featured
Lifestyle

"Meretas" Rupiah dari Kreativitas Youtuber dan Influencer Instagram

07 Juli 2019, 18: 30: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Hizkia Umbu Hinna, youtuber Mojokerto di sela-sela editing video untuk diunggah di media sosial.

Hizkia Umbu Hinna, youtuber Mojokerto di sela-sela editing video untuk diunggah di media sosial. (Sofan Kurniawan/radarmojokerto.id)

Ruang media sosial (medsos) rupanya tidak hanya sekadar ajang promosi. Tapi, juga dapat dimanfaatkan untuk "meretas" pundi-pundi rupiah. Utamanya, bagi kawula muda yang kreatif dalam menyajikan konten-konten menarik hingga ditonton ribuan bahkan jutaan viewer. Puluhan juta mampu diraup hanya dengan berbekal viasulisasi video dan foto.

SETIDAKNYA ada empat medsos mainstream yang dapat dimanfaatkan sebagai alat penghasil uang. Khususnya Facebook (FB), Instragram (IG), dan Youtube yang masif digunakan masyarakat. Di Mojokerto sendiri, sejumlah akun atau channel terkenal banyak bermunculan. Termasuk oleh influencer.

Bahkan, follower dan subscriber-nya sudah mencapai puluhan hingga ratusan ribu. Sebut saja @asli_mojokerto, @mojokertojalanjalan, @mojokertoan, dan @kabarmojokerto yang belakangan ini eksis menyebarkan konten-konten khas Mojokerto melalui akun IG.

Jumlah postingannya kini telah mencapai 3 ribu hingga 4 ribu, dengan pernak-pernik gambar dan video orisinil tentang Kota Onde-Onde atau bumi Majapahit. Mulai dari musik, kuliner, budaya, wisata, sejarah hingga update berita harian.

Tidak hanya IG, visualisasi gambar bergerak atau video yang menyajikan khas Mojokerto juga banyak tersebar di berbagai channel Youtube. Baik channel milik masyarakat Mojokerto asli, maupun milik warga daerah lain hingga artis. Terbaru, vlog mantan vokalis band Drive, Anji lewat channel youtube-nya Dunia Manji di Trawas mampu menyedot jutaan viewer.

Termasuk kreator sekaligus musisi musik modern terkenal kelahiran Trawas, Alfy Rev yang menyajikan video tentang tanah khas Trawas juga mendapat sambutan luar biasa dari jutaan penggemarnya. Tidak sekadar upload, proses produksi konten khas itu juga mempertimbangkan bermacam nilai dan manfaat.

Utamanya, ketertarikan pengujung atau (viewer dan follower) yang mampu membuka peluang pasar iklan atau marketplace. Sehingga bernilai harga tinggi untuk disusupi iklan, baik dari pengiklan langsung maupun adsense, program kerja sama periklanan melalui media Internet milik Google.

Hizkia Umbu Hinna, pemilik akun IG dan Youtube @asli_mojokerto ini mengakui ketertarikannya mengangkat konten jajanan lawas khas Mojokerto untuk membangkitkan kenangan para pengikut. Utamanya masyarakat Mojokerto tentang kenangan masa lampau atau zaman dulu (zadul).

’’Bisa dilihat dari jumlah like, viewer, dan komentarnya. Malah yang komentar kebanyakan adalah netizen kelahiran Mojokerto yang berdomisili di luar,’’ tuturnya. Kuliner disebutnya sebagai konten yang memiliki rating paling tinggi. Selebihnya, bisa diisi pengenalan tempat wisata, cover musik, atau tutorial-tutorial otomotif dan lain-lainnya.

Namun, penghasilannya di Youtube saat ini tak sebanyak dulu. Tepatnya, sebelum perubahan kebijakan sistem oleh Youtube sendiri. Di mana, para youtuber saat ini dituntut mampu membuat konten orisinal atau asli, tanpa harus mencomot video milik orang lain. Perubahan itu yang memaksa vlogger dan kreator harus memiliki idea atau gagasan baru dan selalu update setiap harinya.

’’Pedomannya sekarang dipersulit, aturan diperketat. Tidak boleh bernuansa sensitif dan menohok. Makanya itu, tentukan konten dulu dan pastikan konsisten biar analitic cepat naik. Misalnya, konten misteri ya misteri saja. Terus judul harus sesuai dengan isi video, buat thumbnail (sampul pertama), dan backsound sebaik mungkin agar viewer melihat dan mendengar jelas,’’ tandasnya.

Dulu, penghasilannya dari youtube (akun Anomali_news) bisa mencapai Rp 70 juta per bulan. Dengan pengeluaran yang cukup minim, atau maksimal hanya Rp 5 juta. Penghasilan sebanyak itu digapai dengan meng-upload satu video di 5 channel setiap hari. Dengan menggaet hingga 500 ribu subscriber dan jumlah viewer 2 ribu per video.

Namun, dengan kebijakan baru itu, ia harus membangun kembali pondasi akun youtube-nya dengan konten-konten khas agar menyedot banyak pemirsa, khususnya warga Mojokerto. Sementara di akun Instagram, ia tak banyak berharap atau menarget pundi-pundi lebih banyak.

Sebab, peluang usaha di IG disebutnya masih terbatas. Yakni, hanya lewat lewat endorsement produk. Untuk sekali upload, ia hanya mematok harga Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu. Itupun durasi tayangan dan jumlah foto tak ia batasi. Cara itu ia pilih hanya untuk menyeimbangkan stabilitas subscriber Youtube dengan follower IG.

’’Kalau IG, paling banyak memang produk kecantikan dan fashion wanita. Jenis konten yang banyak like biasanya adalah spot foto baru, event musik, kuliner, tempat wisata, dan modeling,’’ pungkas Umbu. 

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia