Sabtu, 20 Jul 2019
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Tiga Remaja Asal Maluku Mencuri Baju dan Celana Bombboogie di Matahari

07 Juli 2019, 17: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Tiga pelaku pencurian baju Matahari di Sunrise Mall diamankan di Mapolresta Mojokerto.

Tiga pelaku pencurian baju Matahari di Sunrise Mall diamankan di Mapolresta Mojokerto. (Khudori Aliandu/radarmojokerto.id)

MOJOKERTO – Tiga remajaasal Liang Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah harus berurusan dengan petugas kepolisian. Mereka ditangkap anggota Satreskrim Polresta Mojokerto setelah terbukti ngutil di Sunrise Mall, Jumat malam (5/7).

Polisi menyita tiga kaus dan satu celana merek Bombboogie sebagai barang bukti. ’’Mereka dikatakan spesialis karena beraksi lebih dari satu kali di mal,’’ ungkap Kasatreskrim Polresta Mojokerto, AKP Ade Warokka, kemarin.

Ketiga pelaku itu adalah Al Buata’i Tuni, 21; Ayub Rehalat, 20, dan Syafi’i Lessy, 19. Ade menjelaskan pencurian dilakukan pada pukul 18. 30 saat mal sedang ramai pengunjung. Ketiga pelaku terlihat beberapa kali mencoba pakaian baru yang dipajang di etalase lalu dibawa menuju ruang ganti.

Namun, mereka tidak menyadari gerak-geriknyaterus diamati karyawan melalui CCTV (closed circuit television). ’’Saat memasuki ruang ganti pelaku membawa pakaian banyak. Keluar dari kamar ganti tidak membawa pakaian samasekali. Inilah yang membuat petugas curiga,’’ jelasnya.

Ternyata benar, pelaku memasukkan semua pakaian yang sebelumnya diambil di Matahari departemen store ke dalam pakaian dalam. ’’Ada sebagian langsung dikenakan oleh pelaku,’’ tuturnya. Awalnya, aksi mereka tergolong mulus. Namun, dalam aksi yang sudah kesekian kalinya ini ulah mereka terendus karyawan.

Sehingga saat ketiganya hendak keluar dari pusat perbelanjaan, sekuriti kemudian menghentikan langkah ketiganya. Saat ditanya struk belanja, mereka berkilah sudah dibuang. ’’Tapi, setelah tubuhnya digeledah, sekuriti menemukan lima pakaian yang diambil dari Matahari departemen store.

Total pakaian itu nilainya mencapai Rp 2,7 juta,’’ paparnya. Atas perbuatannya, ketiga pelaku dijerat pasal 363 ayat 3 dan 4 KUHP tentang Pencurian. Ade menyatakan, dalam pengembangan penyidikan, diketahui para pelaku ini pernah melakukan aksi serupa pada (21/6) lalu.

Saat itu, mereka yang beraksi secara berkelompok, berhasil membawa jaket switer, celana, dan kaus. Modusnya pun relatif sama. Lebih dulu mereka berpura-pura menjadi pengunjung saat kondisi kondisi mal sedang ramai.

Di tengah memilah pakaian yang menjadi incarannya, di antara mereka ada yang berperan mengawasai situasi sekitar. Setelah mengatahui jauh dari pantauan karyawan, perlahan pelaku yang bertugas mengambil baju menuju ruang ganti.

’’Di ruang ganti itu, mereka kemudian menyembunyikan hasil kejahatan di balik pakaian yang dikenakan,’’ terangnya. Untuk mengungkap dugaan lokasi lain, kini penyidik masih melakukan pengembangan. ’’Bisa jadi, mereka juga spesialis curat di lokasi lain. Sekarang masih kita kembangkan,’’ tandas Ade. 

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia