Kamis, 24 Oct 2019
radarmojokerto
icon featured
Mata Lensa

Kesenian Jaran Kepang, Pertunjukan yang Tak Lekang Zaman

07 Juli 2019, 15: 40: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Pertunjukan kesenian jaran kepang saat memeriahkan puncak HUT Ke-101 Kota Mojokerto.

Pertunjukan kesenian jaran kepang saat memeriahkan puncak HUT Ke-101 Kota Mojokerto. (Sofan Kurniawan/radarmojokerto.id)

BERAWAL dari sejarah kerajaan masa silam, Kelana Sewandana atau Pujangganom pernah mengikuti sayembara untuk mendapatkan istri.Yaitu, Dewi Sangga Langit, putri Raja Kadiri.Usaha Kelana Sewandana dalam mendapatkan Dewi Sangga Langit memang tidaklah mudah.Ia harus mengalahkan beberapa pesaingnya.Di antaranya, Toh Bagus dan Kalawraha.

Dewi Sangga Langit kemudian meminta barang siapa yang mampu menciptakan seni pertunjukan terbaik dengan dilengkapi pasukan kuda, maka ialah yang akan menjadi suaminya.Dari situ kemudian lahirlah seni kuda lumping dan Reog Ponorogo. Dalam perkembanganya, pertunjukan kuda lumping menyebar luas diberbagai daerah.Tak hanya diwilayah Kahuripan saja.Namun,juga di wilayah Nusantara.

Saat ini, kuda lumping mengalami beragam kreasidalam setiap pertunjukan.Akan tetapi, tak meninggalkan akar tradisi.Dalam pertunjukannya kerap mempertontonkan ilmu kanuragan melalui balutan sakralitas.Sehingga tidak jarang para pemainnya tampak kerasukan yang diyakini dari roh para leluhur.Di Kabupaten Mojokerto, seni pertunjukan kuda lumping disebut juga dengan jaran kepang.

Sebab, para pemain menari menggunakan anyaman bambu atau bambu yang dikepang berbentuk kuda. Jaran kepang pun tumbuh pesat.Dari ujung selatan kawasan Trawas hingga ujung utara kawasan Kemlagi.Tidak seperti seni tradisi lainnya yang mempunyai kekhasan tersendiri di setiap daerah.

Jaran kepang mempunyai corak yang hampir sama. Di mana, masyarakat Mojokerto kerap mengadakan pertunjukan tradisi ini.Baik dalam acara hajatan maupun pelestarian budaya melalui event seremonial yang digelar pemerintahan.Seperti yang tersaji dalam foto cerita Mata Lensa edisi minggu ini saat puncak HUT Ke-101 Kota Mojokerto.

Sebagai wilayah yang kental dengan akar tradisi, pemerintah kota pun menggelar pertunjukan jaranan yang dipusatkan di depan halaman kantor wali kota. Di wilayah Pacet dan Trawas, hampir di setiap hajatan selalu tersaji pertujukan kepang. Yang mana, pertunjukan dengan berbagai fragmen, seperti tarian, pencak silat, atraksi kanuragan hingga kesurupan tersebut menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat. 

(mj/fan/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia