Jumat, 06 Dec 2019
radarmojokerto
icon featured
Sportainment

Wabup Janjikan Bonus, di Porprov Atlet Diminta Tak Sekadar Bertanding

06 Juli 2019, 20: 30: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Wabup Janjikan Bonus, di Porprov Atlet Diminta Tak Sekadar Bertanding

MOJOKERTO – Optimisme tinggi benar-benar diusung kontingen Kabupaten Mojokerto dalam keikutsertaannya di Porprov VI 2019 yang digelar di empat kota mulai hari ini. Masing-masing di Gresik, Lamongan, Tuban, dan Bojonegoro.

Sebanyak 185 atlet dan 47 ofisial telah menjalani serangkaian persiapan yang bergulir sejak awal tahun 2019 hingga berakhir pekan kemarin. Mulai dari seleksi atlet, program puslatkab, hingga turun di pra porprov sebagai kualifikasi awal sebelum turun di babak utama.

Semua dilalui dengan penuh perjuangan demi meningkatkan prestasi di ajang olahraga multievent paling bergengsi tingkat Provinsi Jatim itu. Di mana, target mengunggguli perolehan medali dari Porprov 2015 menjadi harga mati bagi ratusan atlet untuk sebisa mungkin direalisasikan.

Jumat (5/7) mereka secara resmi dilepas Wabup Pungkasiadi di halaman Pendapa Graha Majatama Pemkab Mojokerto. Ratusan atlet itu diminta mampu menunjukkan semangat tinggi demi menaikkan gengsi kabupaten dari daerah lain. Di mana, prestasi olahraga juga menjadi salah satu indikator kesuksesan pembangunan oleh pemerintah.

’’Jangan hanya sekadar bertanding, tapi juga bisa pulang membawa medali. Jangan khawatir, bonus sudah kita masukkan di P-APBD 2019,’’ tutur Pungkasiadi dihadapan atlet.  Menjawab tantangan itu, Ketua Umum KONI Kabupaten Mojokerto, Firman Efendi mengaku semua cabor yang diberangkatkan berpotensi merebut medali. Tak jauh beda dengan Porprov 2015, nomor perorangan masih menjadi andalan dalam perebutan medali emas sebanyak-banyaknya.

Beberapa cabor yang dibidik pun juga masih sama. Seperti wushu, sepak takraw, dan judo. Sejak awal ketiga cabor dipastikan bakal mampu merebut minimal satu medali emas. Tidak hanya cabor lama. Kualitas skill cabor baru juga menjadi sorotan pengurus, khususnya cabor bela diri. Di antaranya gulat, taekwondo, silat, selam, pentaque, dan hoki.

Bahkan, hoki dikatakan memiliki progres prestasi paling signifikan dibanding cabor lain. ’’Semua cabor bisa bawa pulang medali. Khususnya cabor bela diri, karena banyak turun di nomor perorangan,’’ tuturnya. Tak sekadar omong kosong, jaminan peningkatan medali juga didasari hasil program puslatkab yang telah digulirkan.

Di mana, proses seleksi atlet yang ketat dan latihan yang berat menjadi pertimbangan utama. Bahkan, jika dibandingkan dengan tahun 2015, efektifitasnya lebih tinggi. Di mana, proses persiapan tidak sekedar meningkatkan skill atlet, tapi juga menempa mental dan kepercayaan diri atlet. Hal ini juga tak lepas dari grade nilai tinggi yang dipasang pengurus sejak awal seleksi pemain.

’’Tahun 2015 kita bisa berangkat lebih dari 200 atlet, tahun ini justru turun 25 persen. Tapi, secara kualitas, lebih tinggi yang sekarang,’’ tandasnya. Di ajang empat tahunan ini, kontingen dari bumi Majapahit total menurunkan 232 atlet dan ofisial yang tersebar di 24 cabor.

Mereka ditargetkan mampu menyodok ke peringkat atas dari ranking Porprov 2015. Yang hanya mampu nangkring di peringkat 28 dari 38 daerah se-Jatim. dengan perolehan medali 2 emas, 3 perak, 8 perunggu atau 22 poin. 

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia