Sabtu, 21 Sep 2019
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

40 Mobil Dititipkan di Rupbasan, Truk Kondisi Rusak Ikut Disita KPK

06 Juli 2019, 16: 30: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Sejumlah mobil dan truk dititipkan KPK di Rupbasan Kelas II Mojokerto, di Desa Japan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Sejumlah mobil dan truk dititipkan KPK di Rupbasan Kelas II Mojokerto, di Desa Japan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. (Sofan Kurniawan/radarmojokerto.id)

MOJOKERTO – Sepuluh hari penuh tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penelusuran aset atas kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan tersangka Bupati Mojokerto nonaktif Mustofa Kamal Pasa (MKP).

Selain menyita puluhan aset tak bergerak berupa tanah dan rumah senilai miliaran rupiah, lembaga antirasuah itu juga menyita aset bergerak, berupa mobil hingga dump truck. Total kendaraan sitaan KPK yang dititipkan di Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Kelas II Mojokerto saat ini mencapai 40 unit.

Terdiri dari 30 unit mobil berbagai merek dan 10 unit dump truck. Kendaraan yang disita tersebut akan dititipkan hingga sidang perkara tuntas. Terbaru, KPK menyita empat mobil pribadi. Meliputi Toyota Hilux G warna hitam Nopol S 9699 SA, Daihatsu Terios TS Extra warna hitam Nopol S L 1993 ZX, Toyota Kijang Innova warna abu-abu Nopol S 1612 ND, serta Daihatsu Luxio X warna putih nopol A 1513 QI.

Sebelumnya, keempat mobil tersebut dititipkan di halaman Mapolresta Mojokerto, Jalan Bhayangkara. Dua di antaranya, mobil Daihatsu Terios dan Toyota Hilux diserahkan ke penyidik KPK oleh Agus Basuki, anggota DPRD dari PDI-P periode 2009-2014, dan Heri Susanto, anggota DPRD dari PDI-P periode 2004-2009 pada Kamis (4/7).

’’Empat mobil ini sudah diserahkan (dititipkan) ke kami sejak kemarin sore (4/7),’’ ungkap Kepala Rupbasan Kelas II Mojokerto, Tendi Kusnedi, Jumat (5/7). Sementara itu, surat yang masuk dari KPK, setidaknya ada 14 unit barang bukti baru yang dititipkan di kantornya di Desa Japan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Tendi menyebutkan, 14 unit mobil tersebut tentu menjadi deretan panjang puluhan aset bergerak yang sudah dititipkan KPK. ’’Total, ada 40 kendaraan. Itu terhitung sejak awal penyidikan KPK hingga saat ini,’’ terangnya. ’’Sebanyak 30 unit kendaraan minibus berbagai merek, dan 10 unit truk,’’ tambahnya.

Sebelumnya diketahui, 10 dump truck itu disita KPK dari garasi milik eks anggota DPRD Kabupaten Mojokerto Heri Susanto di Dusun Kangkungan, Desa Kemantren, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. Puluhan truk itu diduga hasil dari pencucian uang fee proyek tahun anggaran 2016 yang diterima MKP.

Selanjutnya diduga dikelola Heri Susanto dalam bentuk armada truk. Namun, tidak diketahui pasti besaran nilai uang tersebut. Belakangan, armada-armada tersebut dimanfaatkan untuk bisnis transporter pasir dan galian C (sirtu). Hanya saja, dari barang bukti yang disita kondisinya tak semua baik. Beberapa di antaranya bahkan sudah rusak.

Sehingga, untuk memindahkan dari lokasi ke Rupbasan harus menggunakan derek. ’’Kita sifatnya hanya menerima dan merawat saja. Anggaran perawatan berasal dari KPK,’’ terangnya. Namun, pihaknya memastikan, puluhan kendaraan yang menjadi barang bukti akan terjaga dengan baik hingga adanya putusan tetap pengadilan.

’’Jadi, fokus kita lebih pada menjaga tetap dalam kondisi baik. Sesuai fungsi kami. Menyimpan, merawat, dan mengamankan barang sitaan. Supaya terjaga sesuai kondisi saat dititipkan,’’ paparnya. Selain belasan unit mobil tambahan, hasil penelusuran tim KPK sejak Kamis lalu (26/6), juga menyita puluhan aset tanah dan rumah.

Di antaranya, tiga bangunan dan dua lahan kosong di Kecamatan Mojosari. Tim penyidik juga melakukan pemasangan plakat di lahan kosong milik MKP di kawasan Puri, Pungging, Trawas, Sooko, dan Ngoro. Termasuk di rumah induk keluarga di Desa Tampungrejo, Kecamatan Puri. Sebelumnya lembaga superbodi itu juga menyita 27 sertifikat tanah dan puluhan BPKB mobil. 

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia