Sabtu, 20 Jul 2019
radarmojokerto
icon featured
Features
Tim Kreatif Command Center Polresta Mojokerto

Berbekal Learning by Doing, Sekarang Hanya Butuh 2 Jam Proses Editing

05 Juli 2019, 18: 46: 42 WIB | editor : Mochamad Chariris

Tim kreatif berswafoto di ruang Command Center Polresta Mojokerto

Tim kreatif berswafoto di ruang Command Center Polresta Mojokerto (Command Center for radarmojokerto.id)

Sukses tidaknya sebuah acara atau event besar tak lepas dari perjuangan gigih para konseptor di belakang layar. Termasuk di dalam lingkungan kepolisian yang tak sekadar garang dalam menindak para pelanggar hukum. Mereka juga kreatif dalam membuat konten positif untuk dikonsumsi publik.

ENTAH sejak kapan stigma ’’garang’’ aparat kepolisian disematkan masyakarat muncul ke permukaan. Dulu, orang menilai, polisi adalah sosok yang paling menakutkan. Terutama bagi masyarakat yang pernah atau terlibat langsung dalam tindak pidana krimimalitas. Akan tetapi, stigma tersebut tidak selamanya benar. Banyak anggota polisi yang kini justru lebih humanis dan lebih kreatif.

Bahkan, polisi kekinian bisa lebih bebas berkarya dan berkreasi seperti halnya masyarakat umum. Meski hasil karyanya terkadang melewati batas koordinasi yang telah diatur oleh korps. Namun, hal itu semata demi memberikan perlindungan, kenyamanan, dan keamanan bagi masyarakat. Nah, sifat tersebut setidaknya bisa digambarkan oleh internal tim kreatif Command Center Polresta Mojokerto yang berdiri pada 17 Mei 2018 lalu.

Sebagai aparat penegak hukum, cara kerja dan aktivitas tim berjumlah 12 orang ini bisa dibilang berbeda dari aktivitas kedinasan anggota lainnya. Mereka justru lebih sering memegang kamera, mengoperasikan komputer hingga memantau CCTV (closed circuit television) yang terintegrasi, ketimbang harus berhadapan langsung dengan masyarakat. Akan tetapi, di balik itu, karya yang dihasilkan memiliki dampak luar biasa.

Khususnya di tiga kecamatan wilayah Kota Mojokerto dan empat kecamatan utara Sungai Brantas sebagai wilayah hukum mereka. Karya mereka pun bisa dilihat di berbagai laman media sosial (medsos), baik Facebook (FB), WhatsApp (WA), Instagram (IG), Twitter, Youtube, dan lain sebagainya. Khususnya, akun atas nama Polres Mojokerto Kota.

Ratusan desain flyer hingga video teaser telah mereka buat dan unggah untuk disebarkan ke masyarakat luas. Belum lagi event besar, baik yang digawangi Polresta atau lembaga lain yang mengharuskan mereka mereka juga turun sendiri. Salah satu event yang sukses digarap adalah Kirab Prasetya Merah Putih Agustus 2018 lalu, dan Mokeran Fest 2019 yang digelar Ramadan lalu.

Dua karya yang belum pernah mereka kerjakan sebelumnya, namun menuai banyak pujian setelah event terlaksana. Ke-12 anggota tim Command Center itu terdiri dari Brigadir M. Arifin, Brigadir Yosua Bertus K, Brigadir Caesar Bimo, Briptu Hendra, Briptu Karim, Bripda Dohan, Bripda David, Bripda Amel, Bripda Adies, Bripda Ilham Prayoga, Bripda Ricky Sultan, dan Bripda Wahyu. Mereka dibentuk langsung oleh Kapolresta Mojokerto, AKBP Sigit Dany Setiyono, pada 17 Mei 2018.

’’Sebelumnya, kita tidak punya background desain atau ahli IT (infomasi dan teknologi). Murni ditunjuk bapak (kapolresta), dengan pertimbangan mungkin karena masih muda mau bekerja,’’ tutur Brigadir Yosua Bertus. Di awal-awal pembentukan, 12 anggota itu mengaku banyak menemui kendala dalam menggarap konsep. Baik berupa kegiatan maupun produk sosialisasi untuk masyarakat,

Selain tidak punya background atau keahlian khusus, mereka juga nol pengalaman di bidang industri kreatif. Bahkan, saking sulitnya untuk mengedit video teaser berdurasi 1 menit saja, mereka bisa menghabiskan waktu hingga enam jam lebih. Namun, seiring berjalannya waktu, banyak pelajaran dan pengalaman yang mereka dapat sendiri.

Hingga akhirnya cukup ahli dalam menggarap kreasi. ’’Ya, learning by doing. Belajarnya beriringan pekerjaan. Dulu bisa enam jam membuat video, tapi kalau sekarang cukup 2 sampai 3 jam saja,’’ tandasnya. Tidak hanya di lingkungan Polresta, keahlian dan karya mereka juga diakui satuan atau lembaga APH lain. Bahkan, dan diminta ikut menggarap kegiatan seperti HUT Korem 082 CPYJ Mojokerto hingga pengecekan tol Ditlantas Polda Jatim.

’’Yang paling berat itu ketika ada event bersamaan, harus sama-sama berjalan dengan perfect dan matang. Tapi, semuanya bisa dikerjakan dengan baik,’’ tandasnya. Tidak hanya jago desain dan editing, mereka juga dituntut mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Mulai dari memantau medsos dan CCTV, hingga men-takedown isu sara yang beredar.

Aktivitas itu berlaku selama 24 jam penuh. Yang paling ramai mendapat respons masyarakat adalah peristiwa atau kasus kecelakaan. Di situ, peran Command Center sangat vital dalam melihat secara detail duduk persoalan lewat rekaman video CCTV. Ada 85 CCTV yang dipantau langsung oleh tim. Termasuk puluhan hingga ratusan akun medsos yang tersebar.

’’Di Command Center kan ada fungsi Cyber Troops, jadi harus aktif memantau dan menanggapi. Sehari bisa 15 sampai 20 netizen yang kita respons,’’ tandasnya. 

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia