Selasa, 12 Nov 2019
radarmojokerto
icon featured
Politik

Backdrop Acara Disembunyikan, KPU Kota Batal Tetapkan Caleg Terpilih

04 Juli 2019, 17: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Komisioner KPU Kota Mojokerto memimpin rapat koordinasi pra penetapan peroleh kursi parpol dan caleg terpilih di Hotel D’resort Jalan Raya Bypass, Kota Mojokerto.

Komisioner KPU Kota Mojokerto memimpin rapat koordinasi pra penetapan peroleh kursi parpol dan caleg terpilih di Hotel D’resort Jalan Raya Bypass, Kota Mojokerto. (Sofan Kurniawan/radarmojokerto.id)

MOJOKERTO – KPU Kota Mojokerto mendadak membatalkan rapat pleno terbuka penetapan perolehan kursi partai politik (parpol) dan calon legislatif (caleg) terpilih, di Hotel D’resort Jalan Raya Bypass, Kota Mojokerto, Rabu (3/7).

Alasannya, lembaga penyelenggara pemilu ini belum mengantongi buku registrasi perkara konstitusi (BRPK) dari Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai syarat mutlak dalam penetapan caleg terpilih.

Ketua KPU Kota Mojokerto, Saiful Amin mengatakan, pasca melakukan koordinasi dengan KPU RI, BRPK tersebut belum dikeluarkan MK. ’’Tetapi, saya bisa memastikan, jika Kota Mojokerto klir dari perselihan hasil pemilu,’’ paparnya.

Kepastian itu diketahui setelah KPU Kota Mojokerto tak muncul dari daftar daerah yang berpolemik dan memunculkan gugatan ke MK. ’’Di Jatim, dari 38 kabupaten/kota, ada 19 kabupaten/kota yang tidak ada gugatan. Termasuk Kota Mojokerto,’’ tandasnya.

Meski dipastikan proses pemilu di Kota Mojokerto tak memunculkan gugatan, namun KPU RI melarang jajarannya menggelar pleno penetapan hasil pemilu kemarin. ’’Setelah kita lakukan koordinasi, kita diminta melakukan penundaan,’’ ungkap Amin.

Senada diungkapkan Komisioner KPU Bidang Teknis, Tri Widya Kartikasari. Menurutnya, sesuai tahapan pemilu, tiga hari pasca BPRK dicatatkan di MK, maka KPU harus menggelar rapat pleno terbuka. ’’Tetapi, sampai siang ini (kemarin, Red), BPRK itu belum turun ke KPU RI,’’ jelasnya.

Sementara itu, perubahan agenda yang dilakukan KPU Kota Mojokerto kemarin terjadi secara mendadak. Undangan pleno terbuka sudah disebar ke perwakilan parpol, saksi, lurah, Bawaslu, hingga Forkopimda. Bahkan, beberapa jam jelang acara dimulai, backdrop acara pleno terbuka sudah terpasang.

Untuk menyiasati kekecewaan ratusan peserta yang hadir, KPU memilih menyelipkan backdrop di belakang panggung. Dan menggantikan backdropscreen proyektor bertema: Rapat Koordinasi Pra Penetapan Perolehan Kursi Parpol dan Calon Terpilih anggota DPRD.

Jika Kota Mojokerto sudah menggelar acara dan dilakukan pembatalan, berbeda dengan KPU Kabupaten Mojokerto. Komisioner Achmad Arif menegaskan, ia juga sudah mengagendakan pleno terbuka itu digelar 4 Juli.

Namun, dengan munculnya instruksi dari KPU RI, maka kegiatan yang rencananya bakal digelar di sebuah hotel di kawasan Trawas ditunda hingga ada kejelasan dari KPU RI. ’’Kita tunggu sampai ada perkembangan dari KPU RI. Kita hanya berusaha menjalankan kegiatan sesuai dengan tahapan,’’ tandasnya. 

(mj/ron/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia