Kamis, 24 Oct 2019
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Kembangkan Kasus TPPU, KPK Sita Belasan Aset Tanah Bupati Nonaktif MKP

03 Juli 2019, 21: 39: 43 WIB | editor : Mochamad Chariris

KPK melakukan penyitaan dengan memasang plakat di aset terkait kasus TPPU dengan tersangka Bupati Mojokerto Nonaktif MKP.

KPK melakukan penyitaan dengan memasang plakat di aset terkait kasus TPPU dengan tersangka Bupati Mojokerto Nonaktif MKP. (Khudori Aliandu/radarmojokerto.id)

MOJOKERTO - Pemeriksaan maraton terhadap pejabat Pemkab Mojokerto hingga rekanan dalam sepekan ini terus menunjukkan perkembangan. Bahkan, tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita belasan bidang tanah di wilayah Kabupaten Mojokerto.

Sejumlah tanah tersebut sekaligus menjadi deretan panjang penyitaan aset terkait kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan tersangka Bupati Mojokerto Nonaktif Mustofa Kamal Pasa (MKP). Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto, sebelum lembaga antirasuah itu melangsungkan penyitaan, mereka lebih dulu mampir ke Mapolres Mojokerto di Jalan Gajah Mada, Kecamatan Mojosari.

Rombongan datang menggunakan enam mobil ini sekaligus meminta bantuan kepolisian untuk melakukan pengamanan saat proses penyitaan aset. Di tengah rombongan, juga tampak tiga mobil pikap. Ketiga pikap tersebut tak lain mengangkut 19 plakat (papan) untuk menyita aset tanah. Serangkaian penyitaan itu dibenarkan Kapolres Mojokerto, AKBP Setyo Koes Heriyatno. Dia mengaku pihaknya dimintai bantuan pengamanan oleh tim penyidik KPK.

’’Ada enam anggota yang kami tugaskan. Sifatnya untuk memberikan bantuan pengamanan penyitaan aset,’’ ungkapnya. Setelah melakukan koordinasi, sekitar pukul 11.15 rombongan tim penyidik mulai bertolak dari Mapolres Mojokerto. Agenda penyitaan ini dibagi dalam tiga tim. Setiap tim terdiri dari delapan penyidik. Mereka mengendarai dua unit mobil. Selain itu, setiap tim juga membawa sebuah pikap pengangkut papan sita.

Bidang tanah yang disita KPK salah satunya berada di Jalan KH Surgi, Dusun Mengelo, Desa/Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Papan besi dengan banner warna putih tersebut dipasang di atas sebidang tanah. Tak lain diduga ada kaitannya dengan kasus TPPU yang ditangani KPK. Kondisi itu dikuatkan dengan tulisan dalam papan yang didirikan KPK.  

Tercantum, berdasarkan surat perintah penyitaan Nomor Sprin.Sita-145/DIK.01.05/01/10/2018, tanggal 5 Oktober 2018 tanah ini telah disita dalam perkara tindak pidana pencucian uang dengan tersangka H Mustofa Kamal Pasa, SE. Tak hanya itu, dalam papan juga terdapat peringatakan sebagian tertulis: Perhatian! Dilarang untuk memperjualbelikan, menduduki, menggunakan, menguasai atau melakukan tindakan hukum lain tanpa seizin KPK atau putusan pengadilan.

Penyitaan bidang tanah berlanjut ke Dusun Tirem, Desa Tampungrejo, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Di lokasi ini, penyidik menyita dua bidang tanah. ’’Kedua bidang tanah yang disita KPK luasnya sekitar 18 x 10 meter persegi,’’ ungkap Ketua RW 3 Desa Tampungrejo, Sundayani.

Menurutnya, lahan tersebut diatas namakan pembantu dan ibu kandung MKP, Fatimah. Dibeli sekitar 3-4 tahun lalu. ’’Rencananya dibangun rumah. Itu batunya juga sudah ada,’’ tuturnya. Sementara itu, dari informasi yang diperoleh, hari ini tim penyidik KPK telah menyiapkan sebanyak 19 papan penyitaan aset milik MKP yang tersebar di tiga kecamatan. Meliputi, Kecamatan Sooko, Puri, dan Pungging. Sebelumnya lembaga superbodi itu juga menyita 27 sertifikat tanah dan dua mobil dari sejumlah saksi yang diperiksa di Mapolresta Mojokerto.

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia