Kamis, 21 Nov 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Disperindag: Semua Pedagang Loak Prapanca Harus Pindah ke Pasar Kliwon

01 Juli 2019, 21: 45: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Pedagang loak di kompleks Pasar Prapanca, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, akan direlokasi ke Pasar Kliwon.

Pedagang loak di kompleks Pasar Prapanca, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, akan direlokasi ke Pasar Kliwon. (Sofan Kurniawan/radarmojokerto/id)

MOJOKERTO – Pemkot Mojokerto telah memberikan imbauan bagi para pedagang Pasar Prapanca untuk merelokasi tempat dagangannya ke Pasar Kliwon.

Namun, hingga pengujung bulan ini, banyak pedagang yang masih memilih bertahan. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Mojokerto, Ruby Hartoyo, mengejelaskan, belum bergesernya pedagang dari Pasar Prapanca karena pihaknya tengah menyiapkan tempat di Pasar Kliwon sebagai lokasi relokasi sementara.

Dia menyebutkan, hal itu dilakukan karena adanya perubahan data dari jumlah pedagang yang akan direlokasi. Menurutnya, pada rencana semula, relokasi hanya dilakukan bagi pedagang yang terimbas pembangunan saja. Untuk itu, pihaknya melayangan pemberitahuan kepada para pedagang untuk mengemas lapak dan dagangannya paling lambat hingga akhir Juni ini.

’’Cuma dalam perkembangannya, tidak hanya pedagang yang terimbas saja, tetapi kita harus merelokasi sementara semua pedagang di Pasar Prapanca ke Pasar Kliwon,’’ ujarnya. Oleh sebab itu, kata Ruby, pihaknya harus menyiapkan secara matang lokasi sementara bagi pedagang loak maupun pedagang sepeda yang semula berjualan di kompleks Pasar Prapanca.

Dia menargetkan, lokasi pasar selambat-lambatnya akan steril pada pekan kedua Juli mendatang. ’’Insya Allah nanti maksimal tanggal 10 Juli sudah pindah semua. Ini sedang dalam proses, nanti kita siapkan tempatnya yang lebih layak untuk bisa dipakai relokasi,’’ tandasnya.

Dijelaskannya, direlokasinya pedagang tersebut sehubungan dengan revitalisasi sentra perdagangan yang ada di Lingkungan Cakarayam, Kelurahan Mentikan, Kecamatan Prajurit Kulon, itu. Ruby mengatakan, proyek tersebut bersumber dari kucuran dana Tugas Pembantuan (TP) dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) sebesar Rp 4 miliar.

Dia menyatakan, pihaknya men-deadline pedagang terhitung kurang dari dua pekan ke depan untuk mengeosongkan lokasi dagangannya. Sebab, sekitar 10-15 Juli nanti bangunan lama pasar yang pernah dilanda kebakaran itu akan dirobohkan.

Ruby mengatakan, seluruh tahapan perencanaan dan persiapan sudah rampung dikerjakan. Ditagetkan, pertengahan Juli nanti pengerjaan fisik mulai dilakukan. ’’Jadi mulai 10-15 Juli harus dikosongkan untuk kita bongkar. Kemudian tanggal 21 (Juli) kita perkirakan sudah mulai pelaksanan pembangunan,’’ pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, selain Pasar Prapanca, tahun ini pembangunan pusat perdagangan dan perekonomian di Kota onde-Onde juga menyasar tiga titik lainnya. Seluruhnya mendapat bantuan dari pemerintah pusat.

Di antaranya adalah renovasi Pasar Prajurit Kulon dan pembangunan pasar di Kelurahan Gunung Gedangan. Masing-masing mendapat suntikan dana alokasi khusus (DAK) Rp 1,6 miliar. Selain itu menyentuh sentra Pedagang Kaki Lima (PKL) Benteng Pancasila (Benpas).

Pembangunan sentra yang menampung eks PKL Alun-Alun Kota Mojokerto ini bakal di-cover sepenuhnya oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Saat ini, bangunan yang pernah dilanda kebakaran 2018 silam itu telah rata dengan tanah. 

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia