Kamis, 21 Nov 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Hindari Ketergantungan Gadget, Arumi Galakkan Kembali ke Meja Makan

01 Juli 2019, 14: 58: 58 WIB | editor : Mochamad Chariris

: Ketua TP PKK Provinsi Jatim, Arumi Bachsin, bersama putrinya saat menghadiri peringatan Hari Keluarga Nasional XXVI 2019 di Pendapa Pemkab Mojokerto.

: Ketua TP PKK Provinsi Jatim, Arumi Bachsin, bersama putrinya saat menghadiri peringatan Hari Keluarga Nasional XXVI 2019 di Pendapa Pemkab Mojokerto. (Sofan Kurniawan/radarmojokerto.id)

MOJOKERTO – Menghindari pemakaian gadget saat bersama keluarga, menjadi salah satu kunci sukses kelanggengan rumah tangga. Untuk itu, pemerintah pun menggalakkan Gerakan Kembali ke Meja Makan untuk meningkatkan kualitas keluarga.

Hal itu diungkapkan Ketua TP PKK Provinsi Jatim, Arumi Bachsin, saat berdiskusi dengan Wabup Pungkasiadi, Inspektur Utama BKKBN Agus Sukiswo, saat peringatan Hari Keluarga Nasional XXVI 2019, di Pendapa Pemkab Mojokerto, Minggu (30/6).

Menurutnya, menjaga keharmonisan keluarga membutuhkan waktu dan komitmen dari semua elemen. ’’Semisal, ayah akan berperan sebagai ayah. Dan ibu sebagai ibu,’’ ungkapnya. Arumi menambahkan, keluarga adalah investasi utama yang harus dijalani semua orang.

Bagaikan investasi berupa properti yang membutuhkan modal besar. Sementara, berinvestasi di keluarga membutuhkan waktu dan komitmen. ’’Terutama bagi keluarga pasangan muda. Analogi investasi itu harus dipahami semua,’’ imbuh dia.

Untuk mempererat hubungan sebuah keluarga, Arumi pun sepakat menjadikan Hari Keluarga Nasional yang diperingati tiap tahun, mirip seperti Hari Valentine. Peringatan yang nyaris diketahui semua orang.

Sementara itu, Wabup Pungkasiadi menerangkan, keluarga adalah pertama dan utama yang harus diperhatikan seluruh pasangan. Ia mengharap, semua pasangan mampu merencanakan setiap langkah yang akan diambil dalam keluarga. Di antaranya, soal anak. Setiap keluarga harus memperhatikannya.

’’Karena, keluarga adalah fondasi utama untuk negara. Untuk itu, saya berharap Harganas menjadi hari libur nasional,’’ bebernya. Dengan menjadikan Harganas sebagai hari libur, maka keluarga yang semula sulit pertemukan akan menjadi dekat. ’’Dan, tentunya perlu komitmen bersama,’’ pungkas Pung yang didampingi istrinya, Yayuk Pungkasiadi.

Inspektur Utama BKKBN Agus Sukiswo yang turut hadir dalam diskusi itu menjelaskan, gerakan kembali ke meja makan harus digalakkan. Karena, di meja makan itulah, keluarga akan menikmati sebuah keharmonisan.

Gerakan ini, diakuinya, menjadi tantangan sangat berat. Karena, keluarga seringkali menikmati gadget-nya daripada berkomunikasi langsung dengan orang-orang di sekitarnya. 

(mj/ron/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia