Sabtu, 20 Jul 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

PPDB Online SMPN Amburadul, Antre Berjam-jam, Laman Tak Bisa Diakses

25 Juni 2019, 21: 24: 38 WIB | editor : Mochamad Chariris

Sejumlah calon siswa dan orang tua mendatangi SMPN 1 Sooko untuk melakukan pemberkasan pendaftaran PPDB online.

Sejumlah calon siswa dan orang tua mendatangi SMPN 1 Sooko untuk melakukan pemberkasan pendaftaran PPDB online. (Rizal Amrulloh/radarmojokerto.id)

MOJOKERTO – Pelaksanaan pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP negeri di Kabupaten Mojokerto amburadul.

Kendati sepenuhnya menerapkan sistem online, namun nyatanya calon siswa harus antre berjam-jam untuk proses pemberkasan. Tak hanya itu, sistem juga banyak dikeluhkan karena dianggap tidak stabil.

Itu terpantau di hari pertama pelaksanaan PPDB, Senin (24/6). Ratusan calon siswa dan wali murid berbondong-bondong menuju sekolah. Meski pendaftaran sudah melalui online, namun mereka masih diwajibkan untuk melakukan verifikasi berkas pendaftaran ke sekolah tujuan.

Seperti yang terjadi di SMPN 1 Mojosari, kemarin. Pendaftar sudah mulai terlihat berdatangan sejak pukul 05.30. Mereka rela menunggu karena waktu pendaftaran juga menjadi salah satu penentu nasib calon siswa.

Sejak dibuka pukul 08.00, nomor antrean pun langsung mencapai ratusan. ’’Harusnya kalau sudah online kan tidak harus datang ke sekolah, tapi ini harus datang ke sekolah,’’ keluh salah satu orang tua calon siswa.

Sistem pendaftaran PPDB online memang kali pertama diterapkan Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mojokerto di tahun ini. Namun, upaya tersebut belum sepenuhnya memberikan akses keterbukaan bagi masyarakat.

Pasalnya, laman ppdb.kabmojokerto.id tidak update setiap waktu. Sejumlah wali murid mengaku baru bisa mengakses data pendaftar maupun daftar perankingan tadi malam. ’’Harusnya pergerakan peringkat langsung diketahui setelah siswa mendaftar, tapi ini malam baru bisa dilihat,’’ tandas wali murid lainnya.

Karena itu, warga asal Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto ini, berharap proses pemeringkatan atau penyeleksian bisa di-update setiap waktu. Dengan bagitu, wali murid bisa mengetahui nasib buah hatinya secara realtime. ’’Kalau harus menunggu lama, tiba-tiba tergeser kan jadi curiga ada apa-apa,’’ imbuhnya.

Keluhan tidak hanya saat proses pelaksanaan, saat awal pembuatan Personal Identification Number (PIN) yang juga dianggap masih rentan untuk dimainkan. Pasalnya, operator sekolah tidak mempersyaraktan alamat Kartu keluarga (KK) sebagai alat ukur kedekatan jarak rumah dan sekolah.

Melainkan, calon pendaftar hanya diminta mengirimkan foto dari tempat tinggalnya. Dari hasil jepretan itulah yang dijadikan sebagai acuan untuk menentukan garis bujur (longitute) dan garis lintang (latitude) tempat tinggal calon siswa.

’’Acuannya bukan KK. Bisa jadi banyak yang curang karena mengambil foto dari rumah orang lain yang dekat dengan sekolah,’’ imbuh Lestari, orang tua siswa lainnya. Pendaftaran PPDB akan berlangsung hingga Jumat (28/6) nanti.

Sesuai Surat Edaran (SE) Dikdasmen Nomor 3 Tahun 2019 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru, Kabupaten Mojokerto membuka sebanyak 80 persen dari jalur zonasi. Di dalamnya termasuk 25 persen untuk siswa tidak mampu, dan 75 persen berdasarkan jarak rumah ke sekolah.

Di luar jalur tersebut, juga membuka pagu prestasi dengan jatah 15 persen dan jalur perpindahan tugas orang tua sejumlah 5 persen. Dari 39 SMP negeri yang tersebar di Kabupaten Mojokerto akan membuka pagu sebanyak 8.384 kursi.

Setiap pendaftar berkesempatan untuk memilih tiga pilihan sekolah. Zona sekolah ditetapkan berdasarkan radius 7 kilometer (Km) dari tempat tinggal calon siswa.

Sementara itu, Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Dispendik Kabupaten Mojokerto, Mujiati, yang berusaha dimintai konfirmasi perihat tersebut belum berhasil.

Berusaha dihubungi lewat ponselnya, tidak ada jawaban. Pun saat didatangi ke kantor dispendik, yang bersangkutan tidak di tempat.

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia