Kamis, 21 Nov 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Pendaftar Abaikan Sistem Zonasi, Sekolah Favorit Masih Jadi Rebutan

24 Juni 2019, 19: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Ratusan calon didik baru dan orang tuanya memadati halaman SMPN 1 Mojosari, Kabupaten Mojokerto untuk mendaftar.

Ratusan calon didik baru dan orang tuanya memadati halaman SMPN 1 Mojosari, Kabupaten Mojokerto untuk mendaftar. (Rizal Amrulloh/radarmojokerto.id)

MOJOKERTO - Pendaftaran peserta didik baru (PPDB) SMP negeri di Kabupaten Mojokerto resmi digulirkan hari ini. Meski menerapkan sistem zonasi, namun pada hari pendaftaran pertama calon pendaftar masih membeludak di sekolah favorit.

Seperti yang terpantau di SMPN 1 Mojosari, misalnya. Sekitar dua jam sebelum dibuka, ratusan calon siswa dan wali murid sudah berduyun-duyun menuju ke sekolah. Kedatangan mereka tak lain untuk melakukan verifikasi yang baru dibuka pukul 08.00.

Kepala SMPN 1 Mojosari Didik Mujiantoro mengatakan, sejak pendaftaran online dibuka pukul 05.00 sudah terverifikasi hingga 345 pendaftar. Jumlah tersebut terus meningkat hingga siang hari yang telah menembus 480 siswa.

Praktis, pada hari pertama, jumlah pendaftar telah melampaui daya tampung sekolah. "Pagu yang kami buka di sekolah ini sebanyak 288 (kursi)," terangnya. Sesuai Surat Edaran (SE) Dikdasmen Nomor 3 Tahun 2019 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru, persentase PPDB di Kabupaten Mojokerto menampung 80 persen dari jalur zonasi.

Di dalamnya termasuk 25 persen untuk siswa tidak mampu, dan 75 persen untuk zonasi murni berdasarkan jarak rumah ke sekolah tujuan. Di luar jalur tersebut juga membuka pagu prestasi dengan jatah 15 persen dan jalur perpindahan orang tua sejumlah 5 persen.

Ketika pendaftar melebihi pagu dari yang dibutuhkan, maka akan dilakukan penyeleksian berdasarkan jalur yang diikuti. Didik mengatakan, calon siswa berkesempatan untuk memilih tiga pilihan sekolah. "Jika di sekolah pilihan pertama tereliminasi, otomatis pindah ke pilihan kedua. Jika masih tereliminasi, maka akan pindah lagi ke pilihan ketiga," tandasnya.

Meski telah menerapkan zonasi, rupanya masih banyak calon siswa dan orang tua yang mencoba peruntungan mendaftar di sekolah favorit. Dengan harapan bisa tersaring meski jarak rumah dengan sekolah terpaut cukup jauh.

Catur Indah Lestari, salah satu wali murid asal Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto mengaku mendaftarkan putrinya ke SMPN 1 Mojosari sebagai pilihan pertama. Padahal, sesuai zonasi, sekolah yang terdekat adalah SMPN 2 Pungging.

"Khawatir juga tidak diterima, karena jaraknya jauh, tapi istilahnya gambling dululah," paparnya. Kondisi tak jauh berbeda juga terjadi di sekolah yang dianggap favorit lainnya. Seperti di SMPN 1 Sooko. Sejak pagi, sekolah berada di Jalan Wijaya Kusuma itu telah disesaki calon siswa dan wali murid. Pun demikian dengan SMPN 1 Ngoro, SMPN 1 Dlanggu, dan beberapa sekolah lain yang dianggap lebih difavoritkan di masing-masing wilayah zonasi.

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia