Kamis, 21 Nov 2019
radarmojokerto
icon featured
Politik

Pesimistis Kantor DPRD Baru Bisa Dipakai untuk Pelantikan Dewan Baru

24 Juni 2019, 17: 45: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Mojokerto melihat perkembangan pembangunan kantor dewan baru di Jl RA Basuni, Desa/Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Mojokerto melihat perkembangan pembangunan kantor dewan baru di Jl RA Basuni, Desa/Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. (Fendi Hermansyah/radarmojokerto.id)

MOJOKERTO – Keinginan anggota dewan menggunakan gedung DPRD yang baru sebagai lokasi pelantikan dewan terpaksa kandas. Lantaran, gedung para wakil rakyat yang berdiri megah di Simpang Sooko itu gagal termanfaatkan dalam waktu dekat ini.

Gedung yang berdiri di bekas lahan kantor KPU dan Sekolah Pertanian Mojokerto itu belum layak dipergunakan perkantoran. Pasalnya, sampai kini, sejumlah kebutuhan perlengkapan, peralatan, hingga finishing gedung belum rampung.

Padahal, rencana pelantikan anggota dewan baru diperkirakan digelar pada akhir Agustus. Rentang waktu yang tersisa yang hanya kurang dari satu bulan ini sulit dimanfaatkan merampungkan proses pembangunan gedung dewan baru tersebut. Pasalnya, sejumlah pekerjaan saat ini belum selesai dan diantaranya ada yang belum dikerjakan. Lantaran, masih dalam proses pelelangan.

Alhasil, diperkirakan operasionalisasi gedung yang dibangun dengan anggaran tahun jamak itu bakalan molor. Meski, masih diasumsikan masih dapat mulai dihuni pada tahun 2019 ini. Demikian diketahui setelah kalangan dewan dari Komisi III melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi gedung dewan yang baru.

’’Keinginan anggota dewan untuk dilantik di gedung baru terpaksa kandas,’’ ungkap Ina Mujiastutik, wakil ketua Komisi III DPRD Kabupaten Mojokerto. Disebutkannya, secara fisikk gedung dewan yang baru memang telah berdiri gagah. Itu lantaran pembangunan fisik gedung sudah berlangsung dan dibangun sesuai rencana.

Hanya saja, gedung yang telah berdiri belum bisa langsung dipakai. Ada kebutuhan gedung lain yang wajib dipenuhi. ’’Nah, ini sarana vital seperti listrik baru realisasi tahun ini. Dan itu pun masih proses lelang. Jadi impossible kalau gedung bisa termanfaatkan,’’ urai Ina.

Pihaknya sudah meminta keterangan Kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) terkait progres perkembangan pembangunan gedung dewan yang baru. Meski begitu, Komisi III mendorong agar DPUPR kreatif. Tidak harus menunggu lelang soal kelistrikan rampung baru merampungkan pekerjaan yang lain.

Kata Ina, DPUPR justru harus mengebut merampungkan finishing dari gedung. Pengadaan listrik gedung masih baru masuk tahap pelelangan di ULP. ’’Pekerjaan yang belum rampung di antaranya penyempurnaan, pengecatan, pemasangan aksesoris gedung, hingga pagar. Kalau pagar ini masuk tahap pembangunan keempat,’’ cetus politisi PKS ini.

Sebelumnya diketahui, kalangan dewan berharap agar pelantikan anggota dewan baru periode 2019-2024 dapat dilakukan di gedung dewan baru. Mengingat, pembangunan gedung sudah dimulai sejak tahun 2017 lalu. Sehingga, tahun ini dapat digunakan pelantikan dewan pada akhir Agustus mendatang.

Gedung dewan yang baru dianggap jauh lebih representatif dibanding gedung lama yang berada di area kompleks Kantor Bupati Jalan Ahmad Yani Kota Mojokerto. Gedung yang dibangun dengan anggaran bermiliar-miliar itu memiliki rasio dan kelayakan ruangan yang jauh lebih baik.

Di samping itu, gedung lama merupakan gedung eks peninggalan era kolonial Belanda. Sehingga, berusia tua dan disana-sini sudah lapuk dan mengalami kerusakan. 

(mj/fen/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia