Sabtu, 20 Jul 2019
radarmojokerto
icon featured
Features
Perpustakaan Jalanan Kota Mojokerto

Buku Dalam Gerobak Impian, Wadahi Anak-Anak Berkreasi

24 Juni 2019, 16: 30: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Seorang pembaca saat mengunjungi Perpustakaan Jalanan di Jalan Pahlawan, Kota Mojokerto.

Seorang pembaca saat mengunjungi Perpustakaan Jalanan di Jalan Pahlawan, Kota Mojokerto. (Rizal Amrulloh/radarmojokerto.id)

Menumbuhkan minat berliterasi bisa dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan menggelar lapak baca yang memanfaatkan pedestrian kota. Seperti yang terlihat di Perpustakaan Jalanan di Kota Mojokerto.

PERPUSTAKAAN Jalanan bisa menjadi alternatif untuk mengisi waktu akhir pekan bagi masyarakat Kota Onde-Onde. Ya, lapak baca yang digelar di Jalan Pahlawan, Kota Mojokerto tersebut, terbuka bagi siapa saja. Para pengunjung juga bisa membaca berbagai buku secara cuma-cuma.

Sejak didirikan 2018 lalu, Perpustakaan Jalanan telah memiliki koleksi kurang lebih 1.200 buku bacaan. Selain menyediakan buku terkait bidang ilmu pengetahuan, juga dilengkapi dengan majalah maupun tabloid.

Semuanya tersusun rapi dalam gerobak yang dinamakan Gerobak Impian. ’’Selain menumbuhkan minat baca, kita juga meningkatkan edukasi ke masyarakat,’’ tutur Galunggung Pamungkas, salah satu salah satu inisiator Perpustakaan Jalanan.

Awalnya, buku-buku itu biasanya hanya digelar di atas trotoar. Akan tetapi, faktor cuaca terkadang menjadi kendala. Untuk itu, semua buku tersebut disimpan dalam gerobak. ’’Karena belum punya kendaraan, sehingga gerobak ini menjadi alternatif termurah bagi kami,’’ bebernya.

Galunggung mengatakan, sebagian besar koleksi buku merupakan sumbangan dari donatur. Berbeda dengan perpustakaan yang sesungguhnya, di Perpustakaan Jalanan ini pengunjung hanya disediakan fasilitas yang sederhana. Yaitu dengan membaca secara lesehatan dengan menggelar karpet sebagai alasnya.

Dia menyatakan, selain menyediakan buku, dia bersama pegiat literasi lainnya juga menyediakan sarana edukasi. Di antaranya dengan menyediakan fasilitas menggambar dan mewarnai. Di samping bertujuan untuk menarik minat pembaca dari kalangan keluarga, sarana tersebut juga sebagai wadah untuk berkreasi anak-anak.

Beberapa komunitas juga sengaja diundang untuk membekali ilmu maupun teknik menggambar kepada anak-anak. ’’Seperti malam ini (kemarin, Red) kita juga mengundang komunitas doodle untuk mengajari menggambar,’’ tandasnya.

Bahkan, anak-anak yang memiliki potensi dalam bidang seni rupa, mereka juga akan diwadahi untuk mengikuti adu bakat di sejumlah kompetisi. Agenda yang terdekat adalah lomba desain membatik dalam memperingati Hari Jadi Ke-101 Kota Mojokerto.

Galunggung berharap, Perpustakaan Jalanan ke depan bisa lebih dikembangkan dan ditingkatkan lagi fasilitas maupun sarananya. Setidaknya, Jalan Pahlawan juga bisa menjadi pusat edukasi seperti Jalan Asia Afrika di Kota Bandung atau Jalan Malioboro di Jogjakarta.

Jauh dari harapan tersebut, perpustakaan yang didirikan oleh mahasiswa ini juga memiliki tujuan untuk memotivasi masyarakat untuk menggapai mimpinya. Paling tidak, itu diawali dengan bekal membaca.

Alasan itu lah yang mendorong Galunggung dan kawan-kawannya menamakan gerobak tempat untuk menyimpan buku itu dengan Gerobak Impian. ’’Harapannya dengan buku yang ada dalam gerobak ini masyarakat bisa termotivasi untuk mengejar mimpi-mimpinya,’’ tandasnya. (rizal amrulloh)

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia