Sabtu, 20 Jul 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Tiga Kelas SMAN 1 Kota Tak Terisi, Empat Sekolah Kekurangan Siswa Baru

24 Juni 2019, 15: 35: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Ilustrasi

Ilustrasi (jawapos.com for radarmojokerto.id)

MOJOKERTO – Penerapan sistem zonasi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMA Negeri belum sepenuhnya berjalan mulus di Kabupaten dan Kota Mojokerto. Sebab, masih terdapat sekolah yang masih kekurangan pagu.

Selain terjadi di sekolah yang berada di wilayah perbatasan, juga melanda lembaga di tengah kota. Dari 14 lembaga SMA Negeri di Kabupaten dan Kota Mojokerto, hanya 10 yang mampu terisi sesuai pagu. Sedangkan empat di antaranya tidak memenuhi daya tampung akibat kekurangan jumlah pendaftar.

Dari data yang dihimpun Jawa Pos Radar Mojokerto, kekurangan terbanyak terjadi di SMAN 1 Mojokerto. Tak tanggung-tanggung, lembaga yang berada di Jalan Irian Jaya, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, tersebut mengalami kekurangan mencapai tiga rombongan kelas (rombel).

Kepala SMAN 1 Mojokerto Imam Wahjudi, menjelaskan, tahun ini pihaknya membuka total pagu sebanyak 340 kursi atau 10 rombel. Dari jumlah tersebut, 12 siswa telah terisi pada jalur offline.

Karena itu, pada pendaftaran PPDB online 17-21 Juni lalu membuka sebanyak 328 kursi. Namun, hingga diumumkan secara resmi Sabtu (22/6), jumlah calon siswa yang tertampung hanya 214 siswa. ’’Kita (SMAN 1 Mojokerto) kekurangan pagu 114, masih kurang 3 kelas lebih,’’ terangnya.

Dari siswa yang diterima tersebut, 170 di antaranya berasal dari jalur zonasi berdasarkan domisili atau jarak. Sedangkan 44 lainnya mendaftar melalui jalur pemeringkatan nilai ujian nasional (NUN). Atas banyaknya kekurangan tersebut, Imam mengatakan, masih akan melakukan koordinasi dengan Cabang Dinas Pendidikan (Dispendik) Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto.

’’Karena kami tidak bisa berbuat apa-apa, Makanya, kami besok (hari ini, red) akan koordinasi lagi,’’ tandasnya. Mantan Kepala SMAN 1 Puri ini, mengatakan, tidak mengetahui faktor penyebab kurangnya pagu. Sebab, sistem PPDB secara online tersebut sepenuhnya di-handle oleh provinsi. Namun, pihaknya berharap bisa ada kebijakan untuk bisa memenuhi pagu.

Selain SMAN 1, kondisi yang sama juga dialami SMAN 3 Mojokerto. Dari 288 pagu yang dibuka dalam pendaftaran online, hanya mampu menampung 222 siswa. Sehingga, masih terdapat 66 kursi atau hampir dua rombel yang masih lowong.

Selain wilayah perkotaan, sistem zonasi juga tidak mampu mengatasi persoalan kurang pagu di wilayah perbatasan. Di Kabupaten Mojokerto, SMAN 1 Trawas juga gagal memenuhi pagu. Karena masih ada 36 kursi yang belum terisi.

Sebab, dari 238 kuota yang dibuka di jalur online, hanya mampu terpenuhi 202 siswa. Pun demikian dengan SMAN 1 Kutorejo yang masih lowong 11 kursi dari 322 pagu yang dibuka di tahun ajaran 2019-2020 ini.

Kepala Cabang Dispendik Wilayah kabupaten dan Kota Mojokerto, Mariyono, menjelaskan, sesuai petujuk teknis (juknis) PPDB SMA/SMK Negeri memang tidak diatur tentang pembukaan pendaftaran gelombang kedua. Namun, karena kekurangan dirasa cukup banyak, pihaknya akan mengupayakan untuk berkoordinasi dengan Dispendik Provinsi Jatim.

’’Ada sekolah yang kurang pagu. Nanti semua akan dikumpulkan oleh dinas (Dispendik Jatim), sambil dicarikan solusi terbaiknya,’’ terangnya. Terutama bagi sekolah yang jumlah kekurangan pagunya cukup banyak. Menurutnya, jika kelas dibiarkan lowong, maka akan berdampak banyak hal di sekolah. Yang paling vital adalah tunjangan sertifikasi pendidik yang terancam tidak bisa dicairkan.

’’Karena jam mengajarnya kan berkurang. Yang jelas dampaknya kan bisa luas,’’ tandasnya. Karena itu, Mantan Kepala Cabang Dispendik Wilayah Bangkalan ini, menuturkan, pihaknya masih menunggu kebijakan dari provinsi untuk mengatasi problem kurang pagu tersebut. Ketika disinggung apakah kurangnya pagu beberapa sekolah tersebut akibat sistem zonasi, Mariyono menyebutkan, tahun lalu sekolah tersebut juga mengalami hal yang sama.

’’Tetapi jumlahnya (kekurangan) tidak sebanyak ini. Makanya, besok (hari ini, Red) kami juga akan evaluasi dengan seluruh kepala sekolah,’’ pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, tahun ini, provinsi menerapkan PPDB berbasis zonasi di tingkat SMAN. Masing-masing terbagi sebanyak 90 persen dari jalur zonasi, termasuk di dalamnya 20 persen untuk siswa tidak mampu. Sedangkan sisanya dibuka dari jalur perpindahan tugas orang tua dan jalur prestasi. Masing-masing dijatah 5 persen. Hasil seleksi PPDB SMA/SMK negeri telah diumumkan Sabtu (22/6) lalu. Calon siswa yang dinyatakan diterima dijadwalkan untuk melakukan daftar ulang mulai hari ini dan Selasa (25/6) besok. (ram/abi)

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia