Sabtu, 20 Jul 2019
radarmojokerto
icon featured
Journey

Bangsring Underwater, Banyuwangi: Sarat Edukasi dan Biota Laut

21 Juni 2019, 22: 30: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Wisatawan asal Mojokerto menikmati keindahan panorama Apun Bangsring, Banyuwangi.

Wisatawan asal Mojokerto menikmati keindahan panorama Apun Bangsring, Banyuwangi. (Bangsring Underwater for radarmojokerto.id)

SEAKAN tak mau kalah dengan Bali, Banyuwangi juga gencar mengeksplorasi kekayaan destinasi wisata airnya. Dan upaya pemerintah daerah terbukti tak sia-sia. Salah satunya adalah Bangsring Underwater (Bunder) yang kini mulai mendunia.  

Terletak di  Dusun Krajan, Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Bunder sebenarnya merupakan area konservasi terumbu karang. Konservasi ini masih sangat terjaga, apalagi pengelolaannya melibatkan langsung para nelayan tradisional setempat.

Kelompok nelayan ini pula yang menamakan wisata ini sebagai Bangsring Underwater. Untuk menuju kawasan ini juga cukup mudah. Hanya berjarak sekitar 22 kilometer dari pusat Kota Banyuwangi. Beragam kegiatan memang bisa dilakukan wisatawan di Bunder. Selain bersantai di pinggir pantai, berenang, diving serta snorkeling juga menjadi pilihan favorit para wisatawan.

Seoran balita menikmati panorama pantai sembari bermain pasir.

Seoran balita menikmati panorama pantai sembari bermain pasir. (Bangsring Underwater for radarmojokerto.id)

Sajian utama di Bunder adalah rumah apung yang terletak sekitar 50 meter dari bibir pantai. Rumah apung ini merupakan semacam gubuk singgah berukuran 190 meter persegi yang terletak agak di tengah laut. Untuk menuju ikon Bunder ini, wisatawan bisa menyewa perahu yang banyak terdapat di pinggir pantai.

Di sekitaran rumah apung pula bisa ditemui beragam biota bawah laut yang indah dan eksotis. Untuk itu, wisatawan bisa melakukan snorkeling atau selam permukaan. Di Bunder, alat snorkeling yang disewakan sudah cukup banyak. Lengkap pula dengan pemandu snorkeling yang siap menemani dan menjaga wisatawan.

’’Dengan snorkeling kita bisa melihat langsung keindahan bawah laut Bangsring serta berinteraksi dengan bermacam ikan laut,’’ kata Tika salah satu traveller Mojokerto. Sebagai wahana edukasi, Bunder juga menawarkan kegiatan berupa Marine Education yang mengajak untuk ikut menjaga ekosistem.

Caranya adalah dengan melakukan penanamna terumbu karang. Di rumah apung ini wisatawan diajak merangkai terumbu karang pada paralon yang kemudian akan ditanam bersama-sama di bawah laut. Kegiatan edukasi ini cukup efektif. Terbukti banyak wisatawan yang tertarik melakukannya.

Area konservasi Bunder mempunyai luas sekitar 15 hektare dengan kedalaman antara 2 meter hingga 15 meter. Dari terumbu karang bisa ditemui beragam biota laut dengan berbagai keindahannya. Air laut Pantai Bangsring yang masih jernih, membuat keindahan bawah laut ini bisa dilihat dari kedalaman hanya sekitar kurang dari 1 meter.

’’Alam bawah laut Bunder memang indah. Sekitar 5 meter dari pantai saja udah kelihatan bermacam ikan laut yang indah,’’ kata Tika. (nto/abi)

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia