Sabtu, 20 Jul 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Zonasi Diprotes Calon Wali Murid, Sistem Online PPDB Ditangguhkan

20 Juni 2019, 19: 01: 23 WIB | editor : Mochamad Chariris

Calon siswa dan calon wali murid melihat hasil pengumuman seleksi masuk SMAN Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Calon siswa dan calon wali murid melihat hasil pengumuman seleksi masuk SMAN Sooko, Kabupaten Mojokerto. (Sofan Kurniawan/radarmojokerto/id)

MOJOKERTO – Kegelisahan orang tua calon wali murid akan nasib anak mereka diproses pendaftaran peserta didik baru (PPDB) jalur online jenjang SMAN tahun ini seolah tak bisa terbendung lagi.

Bagaimana tidak, sistem aplikasi PPDB online yang telah dibuka dan diakses para pendaftar sejak Senin (16/6) tiba-tiba ditutup oleh pengendali sistem. Pembatasan akses ini diketahui terjadi sejak sore kemarin. Di mana, akses siswa dan wali murid untuk melihat urutan dan proses pendaftaran tak bisa dilakukan hingga waktu yang belum ditentukan.

Padahal, tahapan pendaftaran kini telah menapaki detik-detik akhir jelang penutupan malam nanti. Di mana, banyak orang tua calon wali murid yang bergantung pada aplikasi untuk melihat nasib anaknya. Kondisi ini mau tak mau memunculkan kebenaran persepsi soal carut marutnya PPDB untuk tahun ajaran 2019-2020.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Mojokerto, penangguhan ini disinyalir akibat banyaknya protes yang dilayangkan warga atau masyarakat terhadap sistem PPDB online yang dinilai carut marut. Khususnya terhadap sistem zonasi yang justru dianggap terlalu mengekang siswa dalam menentukan sekolah tujuannya.

Protes tersebut yang kemudian direspons Pemprov Jatim untuk menutup sementara waktu aplikasi sampai ada kejelasan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) langsung. ’’Saya juga barusan ini (tadi malam, Red) dapat informasi itu (penangguhan sistem PPDB),’’ tutur Mariyono, Kepala Cabang Dispendik Provinsi Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto.

Ia mengakui aplikasi PPDB memang sempat terjadi kekeliruan input data di hari pertama pembukaan pendaftaran pada Senin (16/6). Namun, sistem itu sudah normal kembali selang beberapa jam. Bahkan, hingga kemarin siang proses pendaftaran yang menggunakan PIN juga masih bisa diakses.

Akan tetapi, ketika sore hari, sistem sudah tidak bisa diakses lagi alias ditutup oleh pengendali server. Bahkan, untuk melihat urutan peringkat pendaftaran, user tidak bisa berbuat apa-apa. Banner bertuliskan: Proses PPDB Ditangguhkan terlihat jelas di layar komputer maupun smartphone. Terlihat pula tulisan: proses sinkronisasi PPDB Jawa Timur 2019, membentang di banner depan aplikasi https://ppdbjatim.net.

Perihal itu, Mariyono mengaku belum mendapat konfirmasi resmi dari atasannya. Namun, ia memprediksi, penutupan tersebut sengaja dilakukan buntut dari demo yang dilayangkan sejumlah orang tua calon wali murid di Surabaya Rabu (19/6).Di mana, ada protes keras yang dilayangkan terhadap penerapan sistem zonasi yang dinilai justru mempersulit siswa dalam belajar.

Sistem seleksi yang berdasarkan jarak antara kediaman dengan sekolah justru lebih menentukan ketimbang perolehan nilai ujian sekolah, khususnya siswa yang akan bersekolah di jenjang SMA. ’’Saya belum dapat pemberitahuan dari Plt Kadispendik Jatim. Mungkin sistem akan kembali normal besok (hari ini, Red),’’ tambahnya.

Penutupan itupun seperti bertentangan dengan pernyataan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di sela-sela kunjungan kerja ke Desa Bangun, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, kemarin. Dalam pernyataannya, sistem aplikasi sudah sesuai prosedur dan aturan. Bahkan, di-handle atau di-advance langsung oleh tim ahli IT dari perguruan tinggi (PT) berkelas.

Lantas bagaimana dengan nasib ribuan siswa yang sudah terdaftar dalam aplikasi PPDB, sementara sistem ini tidak bisa diakses. Pun demikian pula dengan nasib PPDB yang sudah memasuki hari terakhir pendaftaran. Menjawab pertanyaan itu, Mariyono menjamin tidak akan ada perubahan atas ranking dan proses pendaftaran yang sudah berjalan.

Di mana, data pendaftar masih tersimpan dengan baik dalam server dan tidak akan mudah diretas. Untuk pembukaan kembali aplikasi, pihaknya memprediksi bakal berjalan normal kembali pagi ini. Sehingga bisa langsung dipantau.

’’Nggak ada masalah dengan data pendaftar. Saya menjamin tidak ada perubahan. Semua data tersimpan dengan baik oleh server. Khususnya di Kota dan Kabupaten Mojokerto, kami juga menjamin akan berlangsung kondusif,’’ tandasnya.

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia