Sabtu, 20 Jul 2019
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Janjian dengan Gadis, Dikeroyok Sepuluh Orang, Telinga Korban Putus

19 Juni 2019, 21: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Angger Pribadi Lukito, korban pembacokan saat menjalani perawatan medis di RSUD RA Basuni, Gedeg, Kabupaten Mojokerto, beberapa waktu lalu.

Angger Pribadi Lukito, korban pembacokan saat menjalani perawatan medis di RSUD RA Basuni, Gedeg, Kabupaten Mojokerto, beberapa waktu lalu. (Khudori Aliandu/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Lebaran tahun ini masih menyisahkan kisah sekaligus menjadi sejarah tragis bagi Angger Pribadi Lukito, 19. Bagaimana tidak, remaja asal Dusun Temugiring, Desa Batankrajan, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto itu, harus menjalani operasi setelah menjadi korban pengeroyokan.

Satu telinganya putus lantaran dibacok sabit oleh gerombolan orang tak dikenal. Kasatreskrim Polresta Mojokerto, AKP Ade Warokka, membenarkan peristiwa nahas itu. Menurutnya, insiden pengeroyokan disertai pembacokan itu terjadi di malam takbiran Rabu (5/6) sekitar pukul 01.30.

Tepatnya di Jalan Raya Desa Batan Krajan, Kecamatan Gedeg. ’’Malam itu ada laporan pengeroyokan yang dilakukan sekitar sepuluh pemuda,’’ ungkapnya saat dihubungi kemarin. Belum diketahui motif sekaligus pelaku di balik tindak pidana penganiayaan berat itu.

Menurutnya, insiden itu bermula sekira pukul 01.30. Saat itu, korban bersama temannya, Barizi Syafrudin, dihubungi teman perempuannya, Risa, untuk diajak ketemu di Jalan Raya Batankrajan yang merupakan perbatasan dengan Desa Balongsari dan Desa Banjarsari, Kecamatan Jetis. Nahas, sesampainya di lokasi, mereka malah kena marah Risa.

’’Korban tidak tahu sebabnya. Risa marah-marah dengan suara keras,’’ tuturnya. Belum sampai menanyakan apa yang menjadi pemicu Risa marah, mendadak ada sekitar 10 orang datang ke lokasi.

Sejurus kemudian, mereka langsung mengeroyok Angger Pribadi Lukito dan Barizi Syafrudin. Dengan membabi buta, mereka memukuli korban. ’’Salah satu orang tersebut ada yang menggunakan senjata tajam berupa sabit,’’ tegasnya.

Meras terancam, korban teriak minta tolong. Jeritan korban pun mengundang warga setempat. Belum sampai dilerai, pelaku keburu kabur. Mereka yang diduga menaruh dendam terhadap korban lantas lari dengan motornya.

Atas kejadian tersebut korban langsung di bawa ke RSUD RA Basuni Gedeg dan melaporkan ke Mapolsek Gedeg untuk proses lebih lanjut. ’’Atas kejadian itu, telinga bagian kiri korban (Lukito) putus,’’ ujarnya.

Akibat sabetan sabit pelaku, Lukito juga mengalami luka sobek pada bagian kepala dan leher bagian belakang. Serta luka pada telapak tangan kiri. Mendapat laporan itu, petugas gerak cepat melakukan oleh TKP sekaligus melakukan pemeriksaan terhadap saksi.

Petugas pun belum bisa menjelaskan detail motif di balik pengeroyokan tersebut. ’’Yang jelas, sekarang masih kita lakukan penyelidikan. Para pelaku juga masih dalam pengejaran,’’ pungkasnya.

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia