Sabtu, 20 Jul 2019
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Peternak Kambing Hanyut di Kalimas, Jasadnya Ditemukan Mengambang

19 Juni 2019, 20: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Tim SAR saat melakukan pencarian Suparji di Kalimas Dusun Wonoayu, Desa/Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto.

Tim SAR saat melakukan pencarian Suparji di Kalimas Dusun Wonoayu, Desa/Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. (Khudori Aliandu/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Pencarian Suparji, 54, warga Dusun Wonoayu, Desa/Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto selama dua hari ini akhirnya membuahkan hasil.

Peternak kambing yang hanyut di Kalimas saat mencari pakan ternak itu ditemukan dalam kondisi tewas. Jasad korban ditemukan sekitar 3 kilometer dari lokasi kejadian. ’’Sekitar pukul 03.30 korban baru ditemukan. Jaraknya cukup jauh, sekitar 3 kilometer,’’ ungkap Komandan Tim Operasi SAR Surabaya, I Wayan Suyatna kemarin.

Menurutnya, ditemukannya korban tersebut setelah dilakukan berbagai upaya pencarian oleh tim gabungan dalam dua hari. Baik siang maupun malam hari. ’’Kondisi korban sudah meninggal,’’ tegasnya.

Karena lebih dari 24 jam tenggelam di sungai, tubuh Suparji sudah mengembang. Hasil identifikasi, ditemukan terdapat luka di pelipis kiri. Luka itu tak lain akibat korban jatuh terbentur plengsengan sungai yang sudah dibeton. ’’Kondisi itu juga dikuatkan dari temuan bercak darah di lokasi,’’ tandasnya.

Dalam upaya pencarian, tim SAR gabungan ini sempat mengerahkan empat SRU (search and rescue unit) air dan satu SRU darat. Masing-masing, SRU air yang pertama melakukan penyisiran di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) dengan menggunakan perahu rafting.

Sementara itu, SRU air kedua, ketiga, dan keempat melakukan penyisiran di kanan dan kiri sungai secara bergantian hingga ke arah hilir. Dalam penyisiran ini, tiga SRU air ini menggunakan perahu karet dilengkapi dengan mesin mopel (motor tempel) berkekuatan 25 PK.

Di beberapa lokasi yang dicurigai, SRU air melakukan manuver perahu karet guna menciptakan gelombang air yang besar. Hal ini dimaksudkan agar korban yang semula diduga berada di dasar sungai, dapat terangkat ke permukaan.

Pada saat bersamaan, SRU darat bergerak melakukan pemantauan di sejumlah titik yang dicurigai dilewati korban. Di sela-sela pemantauan darat, SRU darat menyebarluaskan informasi terkait kejadian tenggelamnya Suparji ini kepada warga yang beraktivitas di sekitar sungai.

Nah, di tengah proses pencarian, warga tiba-tiba melihat jasad korban dalam kondisi mengambang. ’’Setelah dievakuasi, jenazah Suparji langsung di bawa ke rumah duka,’’ tegasnya.

Kapolsek Jetis AKP Subiyanto membenarkan jika jasad korban ditemukan kemarin dini hari. Setelah dilakukan identifikasi oleh petugas jasad korban lantas diserahkan kepada keluarga. ’’Kami pastikan tidak ada unsur penganiayaan. Kejadian ini murni musibah,’’ ungkapnya.

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia