Sabtu, 20 Jul 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

MUI Imbau Tidak Ada Pergerakan Massa Jelang Putusan MK

14 Juni 2019, 09: 25: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Ketua MUI Kecamatan Mojoanyar KH Zamzuri Syarif saat menyampaikan pernyataan.

Ketua MUI Kecamatan Mojoanyar KH Zamzuri Syarif saat menyampaikan pernyataan. (Khudori Aliandu/radarmojokerto.id)

MOJOKERTO - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto KH Zamzuri Syarif turut menyikapi kejadian kerusuhan di sejumlah tempat akhir-akhir ini.

Rabu (12/6) ia menyatakan menolak segala bentuk aksi kerusuhan, dengan alasan atau dalih apa pun. Menurutnya, kerusuhan yang dilakukan oleh kelompok masyarakat tertentu tidak dibenarkan oleh agama maupun peraturan perundang-undangan yang ada. Serta adanya sanksi hukum yang tegas atas kerusuhan dan pelanggaran hukum. 

Ia juga meminta segenap warga Mojokerto untuk tidak terpancing oleh isu-isu provokasi yang mengarah kepada adu domba, yang dapat merugikan bangsa,  Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta mengancam kedaulatan negara.

”Mari kita bersinergi, hidup saling menghormati dan melaksanakan aktivitas seperti sedia kala, agar situasi kamtibmas di Kabupaten Mojokerto tetap aman, damai, sejuk, dan kondusif. Percayakan keamanan negara kepada aparat penegak hukum yang ada. Percaya dengan sepenuhnya kepada TNI/Polri untuk menjaga dan mengamankan NKRI,” tandasnya.

Kiai Zamzuri juga menyatakan sikap dengan tegas menolak jika ada aksi pergeseran masa ke Jakarta menjelang putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terhadap adanya gugatan perselihan hasil Pemilu Presiden 2019.

Ia menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk menghormati hasil putusan MK, tanpa harus datang ke Jakarta dan tidak melakukan tindakan melanggar hukum sebagaimana kerusuhan yang terjadi pada 21 Mei dan 22 Mei lalu, di Jakarta.

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia