Kamis, 21 Nov 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Dua Titik di Tol Jomo Rawan Kecelakaan, Pengemudi Cenderung Lengah

29 Mei 2019, 23: 55: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Pengguna jalan melintas di Tol Jomo, tepatnya di kawasan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. Di sepanjang jalur tersebut terdapat dua titik rawan kecelakaan.

Pengguna jalan melintas di Tol Jomo, tepatnya di kawasan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. Di sepanjang jalur tersebut terdapat dua titik rawan kecelakaan. (Sofan Kurniawan/radarmojokerto/id)

MOJOKERTO - Angka kecelakaan lalu lintas di ruas tol Jombang-Mojokerto (Jomo) naik signifikan. Sejak Maret, angka kecelakaan di jalur bebas hambatan sepanjang 40,5 km tersebut mencapai 12 hingga 17 peristiwa setiap bulan.

Kepala Departemen Operasi 1 Toll Jomo, PT Astra Infra Toll Road Jomo, Tomy Abyansah, menegaskan, pengelola sudah menetapkan dua titik rawan kecelakaan sepanjang jalur tol ini. Yakni, di titik km 698 dari arah Surabaya-Kertosono dan KM 683 ke arah sebaliknya.

Dua titik ini dinilai rawan karena memiliki track lurus. ’’Dari arah timur, track-nya lurus sehingga banyak orang yang lengah saat mengemudi,’’ ungkapnya. Dengan lurusnya jalur, maka akan berdampak terhadap kelengahan pengemudi dan mengantuk. ’’Kebanyakan karena faktor ban dan human error seperti kecapekan dan ngantuk,’’ paparnya.

Selama musim mudik Lebaran, Tomy mengimbau agar pemudik tetap fokus saat mengemudi dan memanfaatkan sejumlah fasilitas yang telah disediakan pengelola tol. Di antaranya, rest area yang terdapat di sejumlah titik. Selain mengembalikan stamina selama mengemudi, ia juga berharap pemudik waspada terhadap kendaraannya. Semisal, mengamati kondisi ban.

’’Kami menyediakan fasilitas pengisian nitrogen di km 695 arah Jakarta dan 678 arah Surabaya. Juga, penjualan BBM jenis Pertamax dan Solar di teras Dipa dan teras Melati mulai tanggal 30-8 Juni. BBM dijual di kios, sifatnya modular sudah ada kotak kayak pom mini,’’ tambahnya.

Sementara itu, Humas Astra Infra Toll Jomo, Della Rosita, mengungkapkan, pihaknya memberikan diskon 15 persen bagi pengguna tol selama dua tahap. ’’Ada diskon sampai 15 persen pada 27-29 Mei dan pada arus balik tanggal 10-12 Juni,’’ katanya.

Diskon akan diberikan terhadap para pemudik yang memiliki saldo cukup. Jika saldo e-Toll mengalami kekurangan dan pemudik membayar dengan uang tunai, maka diskon pun akan diabaikan. Menurut Della, pemberlakuan diskon ini sebagai salah satu upaya mendistribusikan lalu lintas agar tidak menumpuk di tanggal tertentu.

Astra toll juga memprediksi adanya kenaikan traffic kendaraan diperiode H-7 Lebaran sampai H+7 sebesar 40,5 persen atau sekitar 606.015 kendaraan. (ron/abi)

(mj/ron/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia