Kamis, 21 Nov 2019
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Home Industry Petasan Digerebek, Didapati 1 Kilogram Bahan Peledak

29 Mei 2019, 22: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Forkompinda Kota Mojokerto melakukan pemusnahan barang bukti hasil Operasi Pekat Semeru di Mapolresta.

Forkompinda Kota Mojokerto melakukan pemusnahan barang bukti hasil Operasi Pekat Semeru di Mapolresta. (Sofan Kurniawan/radarmojokerto/id)

MOJOKERTO – Tindak kejahatan di wilayah hukum Polresta Mojokerto selama Ramadan ini cenderung meningkat. Dari 12 hari Operasi Pekat Semeru 2019, polisi berhasil menangani 84 kasus dengan 87 tersangka.

Perinciannya 7 kasus narkoba dengan 7 tersangka, 32 kasus dan tersangka miras, premanisme 36 kasus dengan 38 tersangka, dan 1 kasus handak 1 tersangka, 3 kasus perjudian dengan 5 tersangka, dan 5 kasus prostitusi. ’’Kasus narkoba yang tergolong kasus berat, cenderung masih mendominasi,’’ kata Kapolresta Mojokerto, AKBP Sigit Dany Setyono, Selasa (28/5). Terbukti, dari 7 tersagka yang diungkap, petugas menyita 15,41 gram sabu-sabu dan 13.400 pil dobel L.

’’Ini menjadi bukti peredaran narkoba meski di bulan Ramadan masih cukup masif,’’ terangnya. Begitu juga dengan kasus handak (bahan peledak). Dalam Operasi Pekat Semeru kali ini juga menjadi kasus atensi. Selain mengamankan tersangka Agus Yubagiyo, warga Dusun Bandung Kulon, Desa Bandung, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, petugas turut menyita 4 dus petasan.

Terdiri dari 2 dus produk jadi, dan 2 dus setengah jadi atau berupa slongsongan petasan. ’’Jenis bahan peledak yang kami sita berupa 4 kilogram belerang, 1 kilogram bubuk mesiu,’’ tandasnya. Menurut Sigit, petugas juga mengamankan 1 timba arang timbang halus dan kasar, plamir seberat seperempat kg, 1 kaleng sumbu yang terbuat dari lintingan kabel, dan alat untuk membuat lintingan berupa silinder besi sebanyak 15 buah.

Tak hanya itu, petugas turut menyita 2 kardus slongsongan kertas sebagai bahan fisik petasan, dan 2 kardus petasan produk jadi. Terdiri dari produk biasa dan rentang. Terbagi dalam dua ukuran. Yakni, sedang dengan ukuran 6,5 cm dan besar 8,5 cm. ’’Produk petasan ini memangsengaja dibuat untuk kebutuhuan Lebaran nanti,’’ tegasnya.

Meski tersangka mengaku baru kali pertama membuat handak, kepolisian menduga sudah dilakukan profesional. Terbukti melihat dari sejumlah peralatannya yang tergolong lengkap. Termasuk, bagaimana cara pelaku meracik bahan baku sebagai petasan. ”Soal penjualannya,di lokalan saja. Sekitaran Mojokerto,’’ tambahnya.

Sebelumnya, penggerebekan home industry petasan ini tak lepas dari hasil penyelidikan petugas di tengah operasi bersandi Pekat Semeru 2019. Jumat (17/5) petugas yang melakukan patroli mendapati beberapa warga menyalakan petasan di rung terbuka. ’’Setelah diinterograsi, ternyata mereka mendapatkan petasan dari pelaku,’’ tandas Kasatreskrim Polresta Mojokerto, AKP Ade Warokah.

Bermodal informasi itu, petugas melakukan pemetaan di rumah terlapor. Alhasil, setelah mendapatkan kepastian pada Sabtu (18/5), petugas akhirnya menangkap pelaku sekitar pukul 20.00. Agus yang sedang berada di rumah hanya bisa pasrah saat petugas datang melakukan penggeledahan.

’’Hasilnya, kami mendapati sejumlah barang bukti petasan jadi, setengah jadi, dan sejumlah peralatan dan bahan peledak yang dipakai membuat petasan,’’ paparnya. Sementara petugas turut mengamankan ratusan botol miras yang ikut terjaring dalam Operasi Pekat Semeru. Ratusan botol memabukkan dan sejumlah barang bukti lainnya itu lantas dimusnahkan di mapolresta. 

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia