Sabtu, 20 Jul 2019
radarmojokerto
icon featured
Politik

Ulama Mengimbau Masyarakat Tidak Mudah Terprovokasi Pasca Kerusuhan

29 Mei 2019, 19: 18: 49 WIB | editor : Mochamad Chariris

Anggota TNI dan Polri saat bersama KH Achmad Hartono. Masyarakat diimbau untuk tidak terprovokasi berita bohong atau hoax.

Anggota TNI dan Polri saat bersama KH Achmad Hartono. Masyarakat diimbau untuk tidak terprovokasi berita bohong atau hoax. (Khudori Aliandu/radarmojokerto.id)

MOJOKERTO – Insiden kerusuhan 21 dan 22 Mei 2019 di Jakarta oleh para perusuh dalam demo di Bawaslu, Jakarta, masih menyisakan beberapa kecaman dari ulama dan tokoh masyarakat, khususnya di wilayah Mojokerto.

Peristiwa yang memakan beberapa korban ini dipercayai merupakan aksi yang direncanakan serta ditunggangi oleh pihak tak bertanggung jawab. Ketua Front Pembela Islam (FPI) Kabupaten Mojokerto, KH Achmad Hartono menyatakan, bahwa TNI Polri adalah masyarakat dan keluarga kita.

”Mari kita dukung dalam menjaga persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ujarnya. Selain itu, disampaikan di bulan Ramadan yang penuh berkah ini, baiknya dimanfaatkan untuk bermunajat kepada Allah SWT. Dengan harapan, dapat menjaga keamanan, kedamaian, dan kenyamanan di Indonesia. Serta dapat segera mengusut dalang kerusuhan 21 dan 22 Mei 2019.

Pimpinan Pondok Pesantren Al Anwar Puri, Kabupaten Mojokerto, KH Abdurahman Salam dalam rangka menyikapi situasi dan kondisi di Jakarta pasca kerusuhan 21 dan 22 Mei, juga mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi dengan pemberitaan hoax yang bertujuan untuk memecah persatuan bangsa.

Kiai Abdurahman turut menyampaikan ucapan terima kasih kepada TNI dan Polri atas dedikasi dan loyalitas dalam menjaga perdamaian dan keamanan yang kondusif di Indonesia. Selain itu, beberapa tokoh masyarakat juga mendoakan bagi anggota Polri yang menjadi korban dalam kerusuhan di Jakarta agar segera diberikan kesembuhan dan lekas kembali bertugas.

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia