Jumat, 20 Sep 2019
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Dituduh Bawa Kabur Istri Orang, Warga Kutorejo Diculik dan Diperas

23 Mei 2019, 23: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

tersangka kasus penculikan berujung pemerasan disertai penganiayaan juga terbukti sebagai pengedar sabu-sabu.

tersangka kasus penculikan berujung pemerasan disertai penganiayaan juga terbukti sebagai pengedar sabu-sabu. (Sofan Kurniawan/radarmojokerto/id)

MOJOKERTO – Tindak pidana kasus penculikan berujung pemerasan disertai penganiayaan menimpa Sunaryo Utomo, 35, warga Dusun Banglan, Desa Wonodadi, Kecamataan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto.

Pelaku berjumlah tiga orang ini sudah ditangkap petugas. Tidak hanya melakukan pemerasan, komplotan pelaku juga terbukti sebagai pengedar narkoba antarwilayah. Tiga tersangka itu adalah Agus Solikhudin, 39; Muhammad dan Hidayatullah, 28, warga Dusun Panjangarum, Desa Pandanarum; dan Slamet Untung Waluyo, 37, warga Dusun/Desa Sumberkembar, Kecamatan Pacet.

’’Peristiwa ini terjadi pada 12 Mei lalu,’’ ungkap Kapolres Mojokerto, AKBP Setyo Koes Heriyatno, kemarin. Mulanya, ketiganya yang sudah merencanakan aksi jahatnya mendatangi rumah Utomo. Alasannya tidak jelas. Aksi itu pun dilakukan sporadis.

Mereka yang datang lantas menuduh korban membawa salah satu istri dari pelaku. Tanpa alasan jelas, korban lantas diculik oleh pelaku menggunakan mobil Daihatsu Sigra Nopol S 1848 PC. Nah, setelah berada dalam mobil, mereka lantas melakukan penganiayaan disertai ancaman.

’’Dimintai kompensasi uang. Dari semula Rp 50 juta, turun menjadi Rp 27 juta. Dan akhirnya karena punya uang Rp 5 juta, tetap saja uang itu diambil,’’ tuturnya. Nah, setelah mendapat hasil kejahatannya, korban langsung dipulangkan.

Sadar menjadi korban tindak kejahatan, seketika korban melapor ke Mapolres Mojokerto. Bermodal laporan itu petugas bergerak cepat memburu komplotan pelaku. Hasilnya, Rabu (15/5) tim unitresmob akhirnya menangkap dua pelaku, Hidayatullah dan Slamet Untung di rumah kontrakannya di Dusun/Desa Sumberkembar, Kecamatan Pacet.

Dari tangan keduanya, petugas menyita uang Rp 1,5 juta sisa hasil kejahatan lengkap dengan mobil Sigra. ’’Hasil penggeledahan di rumah kontrakan, kami juga memukan sabu-sabu seberat 27,71 gram,’’ tandasnya. Rinciannya, sabu-sabu dengan berat 2,91 gram milik Hidayatullah, dan 24,8 gram milik Slamet Untung.

Puluhan gram sabu-sabu itu sudah dalam bentuk kemasan paket hemat plastik klip siap edar. Dengan rata-rata per paket seberat 0,24 gram sampai kemasan 1 gram. ’’Kalau barang bukti sudah 27 gram, ini bukan pemakai lagi, tapi juga pengedar,’’ tuturnya.

Hal itu dikuatkan dengan temuan timbangan digital lengkap dengan satu kantong plastik klip untuk mengemas sabu-sabu menjadi paket hemat. Selain itu, dari tersangka Hidayatullah, petugas turut menyita 11 butir pil dobel L dikemas bungkus rokok.

Tak berhenti sampai di situ. Dari keduanya petugas kemudian melakukan penangkapan terhadap Agus Solikhudin di Jalan Raya Desa Pandanarum, Kecamatan Pacet, Kamis (16/5) pukul 00.30. Penangkapan Agus tak lepas dari pengembangan tim resmob. Hasil penggeledahan, dia juga menguasai sabu-sabu.

Setyo menegaskan, terbongkarnya jaringan sabu-sabu ini tak lepas dari laporan tindak pidana pemerasan yang dilakukan pelaku sebelumnya. Modusnya pun cukup berani. Yakni, dengan mendatangi rumah korban, pelaku menuduh korban membawa lari istri pelaku.

’’Modus ini (membawa lari istri) memang asal nuduh aja,’’ ungkap Untung, salah stau pelaku. Dia mengaku mengenal korban dari adik Sunaryo. ’’Kalau untuk sabu-sabu dapat dari teman Pacet,’’ tambahnya.

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia