Selasa, 25 Jun 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Siswa Bertato-Bertindik, dan Terindikasi Narkoba Dilarang Masuk Negeri

23 Mei 2019, 21: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Pelajar tingkat SMA/SMK saat terjaring razia Satpol PP Kota Mojokerto beberapa waktu lalu.

Pelajar tingkat SMA/SMK saat terjaring razia Satpol PP Kota Mojokerto beberapa waktu lalu. (Sofan Kurniawan/radarmojokerto/id)

MOJOKERTO – Dalam ketetapan petunjuk teknis (juknis) penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2019 di SMA/SMK, salah satu syarat ketentunnya masih berpedoman pada juknis tahun lalu.

Di mana beberapa syarat tersebut wajib ditaati oleh semua sekolah. Termasuk melarang calon peserta didik bertato, bertindik, dan terindikasi narkoba. Kepala Cabang Dispendik Wilayah Jatim di Kabupaten/Kota Mojokerto, Maryono mengatakan, beberapa syarat tersebut memang sudah dari tahun lalu diterapkan.

Dia menyebutkan, di antara syarat PPDB tersebut peserta tidak boleh terindikasi narkoba, bertato, dan bertindik. Misalkan, lanjut dia, ada peserta bertato tapi diketahui saat sudah masuk sekolah. Maka, sesuai juknis, sekolah bisa mengeluarkan anak tersebut.

”Ya, kalau sudah ke luar bisa masuk lembaga swasta saja. Kalau negeri sesuai aturan yang ada memang tidak boleh bertato dan bertindik,’’ katanya. Selain itu, khusus bagi SMK negeri, ada beberapa tes kesehatan yang memang wajib diikuti semua sekolah.

Misalkan, kata Maryono, pada SMK jurusan multimidia ada peserta saat tes kesehatan ternyata buta warna, sehingga sekolah tidak bisa menerima peserta tersebut. ”Khusus SMK negeri, karena memang harus ikut aturan yang ada. Tapi, setiap jurusan di SMK, biasanya tes kesehatan itu berbeda-beda,’’ jelasnya.

Oleh karena itu, mantan Kepala Cabang Dispendik Wilayah Bangkalan itu meminta kepada semua SMA/SMK negeri untuk benar-benar mengikuti aturan yang ada saat pelaksanaan PPDB. ”Untuk tes kesehatan itu akan dilakukan tanggal 27 Mei sampai 20 Juni,’’ ujarnya.

Sementara itu, Ketua MKKS SMAN Kabupaten Mojokerto, Suharyono menambahkan, syarat PPDB yang tidak boleh menerima peserta yang terindikasi narkoba, bertato, dan bertindik tersebut memang sudah dijalankan dari tahun lalu.

Namun, menurut dia, hingga kini, belum ada sekolah yang menerima peserta terindikasi narkoba, bertato, dan bertindik. ”Kita ikuti aturan yang ada. Tapi, namanya kita ini adalah lembaga pendidikan bukan pengadilan, ya harus ada pembinaan dari pendidikan itu sendiri’’ ujarnya. (ras)      

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia