Selasa, 25 Jun 2019
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Sweeping Bus AKDP, Polisi dan TNI Gagalkan 10 Orang Menuju Ibu Kota

23 Mei 2019, 20: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Petugas gabungan melakukan pendataan dan arahan terhadap sepuluh warga yang kedapatan hendak berangkat ke Jakarta di Pos Polisi Kenanten Rabu malam (21/5).

Petugas gabungan melakukan pendataan dan arahan terhadap sepuluh warga yang kedapatan hendak berangkat ke Jakarta di Pos Polisi Kenanten Rabu malam (21/5). (Khudori Aliandu/radarmojokerto.id)

MOJOKERTO - Petugas gabungan dari TNI dan Polri melakukan sweeping angkutan umum di sejumlah titik. Langkah itu sebagai upaya antisipatif pergerakan massa daerah menuju ke ibu kota untuk bergabung dalam aksi kedaulatan rakyat di depan KPU RI dan Bawaslu RI.

Seperti di simpang lima Kenanten, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Sweeping yang berlangsung Selasa malam (21/5) hingga Rabu dini hari (22/5) dipimpin langsung Kapolres Mojokerto, AKBP Setyo Koes Heriyatno.

Petugas memeriksa setiap penumpang bus, minibus, hingga mobil pribadi yang melintas dari Surabaya-Jombang. Satu per satu petugas melakukan pemeriksaan identitas penumpang. Selain itu, memeriksa barang bawaan mereka. Seperti tas, bagasi, dan sejumlah barang bawaan lainnya.

Hasilnya, petugas gabungan mengamankan 10 penumpang bus diduga akan bergabung dalam aksi kedaulatan rakyat di Jakarta. ’’Meskihasil Pemilu 2019 sudah ditetapkan KPU, pergerakan massa ke Jakarta perlu diantisipasi,’’ kata Kapolres Mojokerto AKBP Setyo Koes Heriyatno.

Sepuluh orang ini diamankan dari PO Bus Sugeng Rahayu jurusan Jogjakarta-Solo sekitar pukul 22.00 WIB. Mereka yang diketahui akan bertolak menuju Jakarta ini diturun petugas. Tidak untuk dilakukan penindakan, melainkan dimintai keterangan perihal tujuan dari keberangkatan mereka.

’’Saat kami periksa, mereka duduk bergerombol di kursi belakang. Kami tanya tujuannya ke Jakarta, kawasan sekitar Bundarah HI,’’ terangnya. Oleh sebab itu, mereka langsung diamankan ke Mapolres Mojokerto di Jalan Gajah Mada, Kecamatan Mojosari.

Dari hasil pemeriksaan sementara, sepuluh orang tersebut adalah warga dari empat daerah. Yakni, Kota/Kabupaten Mojokerto, Jombang, dan Sidoarjo. ’’Anehnya, mereka ini tidak saling kenal satu sama lain,’’ tambah Kasatreskrim Polres Mojokerto, AKP M. Solikhin Fery.

Kata dia, meski tidak ditemukan benda benda tajam atau bahan peledak (handak), mereka yang diduga akan bertolak ke Jakarta tetap akan diperiksa. Langkah itu sekaligus untuk mastikan tujuan mereka ke Jakarta. Petugas gabungan, tidak melakukan patroli di satu titik saja.

Petugas akan melakukan patroli rutin dan penyekatan di beberapa titik. Di antaranya, di simpang lima Kenanten, Kecamatan Puri yang menjadi jalur trans nasional. Kemudian di perbatasan Trowulan dan Jombang; serta perbatasan Ngoro-Pasuruan.

Tujuannya, untuk mencegah gelombang massa yang akan bergerak ke Jakarta dan bergabung dalam aksi kedaulatan rakyat. ’’Yang menjadi atensi kami sebenarnya, jangan sampai dengan kedatangan massa dari berbagai daerah, malah membuat chaos di ibu kota,’’ tegasnya.

Dalam penyekatan ini, yang menjadi poin utama petugas tak lain untuk memastikan barang bawaan yang akan dibawa benar-benar aman. Namun, bila ditemukan membawa barang bawaan, seperti handak, sajam, hingga barang haram, kepolisian tidak segan-segan menindak. ’’Yang jelas, tindakan petugas selalu terukur. Kita sesuaikan situasi dan kondisi di lapangan,’’ tandasnya. 

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia