Selasa, 25 Jun 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Ditemukan Mamin Kedaluwarsa dan Rusak, Belasan Swalayan Disemprit

23 Mei 2019, 19: 02: 43 WIB | editor : Mochamad Chariris

Wali Kota Ika Puspitasari bersama forkopimda melakukan sidak ketersediaan dan keamanan mamin di salah satu swalayan di Kota Mojokerto.

Wali Kota Ika Puspitasari bersama forkopimda melakukan sidak ketersediaan dan keamanan mamin di salah satu swalayan di Kota Mojokerto. (Sofan Kurniawan/radarmojokerto/id)

MOJOKERTO – Masyarakat Kota Mojokerto harus lebih berhati-hati untuk memilih bahan pangan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Pasalnya, makanan dan minuman (mamin) yang tidak layak konsumsi masih marak dijual di pasaran.

Terbukti, dalam agenda inspeksi mendadak (sidak) yang dipimpin Wali Kota Ika Puspitasari Rabu (22/5) petugas terpaksa menarik puluhan jenis mamin kemasan karena dikhawatirkan berbahaya jika dikonsumsi.

Mendekati Hari Raya Idul Fitri, Wali Kota Mojokerto bersama Tim Satgas Pangan melakukan sidak terkait ketersediaan dan kemanan bahan pokok di pasar tradisional dan swalayan di Kota Onde-Onde.

Selain mematau pergerakan harga, agenda tersebut sekaligus mengantisipasi peredaran mamin yang tidak layak konsumsi. Sidak yang dilakukan bersama jajaran Forkopimda Kota Mojokerto diawali di Pasar Tanjung Anyar.

Di pasar terbesar di Kota Mojokerto ini sejumlah bahan pokok terpantau masih relatif stabil. ’’Harga di awal Ramadan sempat meningkat. Tetapi hari ini (kemarin, red) sudah kembali normal,’’ terang Ning Ita.

Kenaikan paling menonjol di awal bulan puasa lalu adalah harga bawang putih. Salah satu bumbu dapur itu sempat melejit hingga menembus Rp 42 ribu per kilogram (kg). Begitu juga dengan komoditas bawang merah yang mencapai Rp 25 ribu per kg.

Sementara Rabu (22/5) masing-masing sudah berangsur menurun menyentuh kisaran Rp 33 ribu per kg untuk bawang putih dan 20 ribu per kg bawang merah. Di samping itu, bahan pokok lainnya juga terpantau stabil.

Harga daging sapi belum bergerak dari harga Rp 110 ribu per kg. Pun demikian dengan harga ayam broiler, sejak dua pekan terakhir tetap berada pada kisaran Rp 35 ribu per kg.

Sementara beras IR 64 dan bramu yang masing-masing juga stabil dengan banderol harga Rp 8.500 per kg dan Rp 12 ribu per kg. ’’Stok juga tersedia semua. Artinya kebutuhan menjelang Lebaran aman,’’ tandasnya.

Selain di pasar tradisional, agenda sidak juga dilanjutkan untuk menyasar pasar modern. Total, terdapat 25 titik yang dilakukan pemantauan oleh tim gabungan.

Terdiri dari Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM), serta Polres Mojokerto Kota. Di samping melakukan pemeriksaan kelayakan produk, petugas juga melakukan uji kandungan zat makanan.

Hasilnya, peredaran mamin yang tidak layak konsumsi masih beredar luas di masyarakat. Betapa tidak, dari 25 titik yang disisir, 60 persen di antaranya dinyatakan tidak memenuhi syarat. ’’Ada 15 titik yang ditemukan tidak memenuhi syarat,’’ terang Kusmulyati, kasi Kefarmasian Alkes dan Pembekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT) Dinkes Kota Mojokerto.

Mirisnya, dari 15 titik lokasi yang tidak memenuhi syarat tersebut rata-rata ditemukan di pasar modern atau swalayan. Dia merincikan, 8 di antaranya ditemukan produk yang telah melewati masa kedaluwarsa. Sedangkan 7 titik lainnya karena terdapat berbagai pelanggaran lainnya.

’’Ada yang kemasan rusak, izin PIRT tidak sesuai, pangan di dalamnya juga rusak, labelnya tidak lengkap,’’ terangnya. Rata-rata merupakan produk mamin kemasan. Akibatnya, puluhan jenis mamin terpaksa ditarik dari peredaran.

Dia mengatakan telah meminta pihak penjual maupun pelaku usaha untuk tidak lagi dijual. Sejumlah sampel juga diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dalam hal ini, dinkes hanya memberikan teguran kepada pedagang dan pemilik usaha. Namun, jika diketahui melanggar lebih dari tiga kali, maka pihaknya menyerahkan kepada aparat penegak hukum. ’’Karena kewenangan kita hanya pembinaan. Kalau lebih tiga kali, biar polisi yang mengambil tindakan,’’ tandasnya.

Sementara itu, petugas juga melakukan uji zat berbahaya pada beberapa sampel makanan. Antara lain jenis makanan nugget dan ikan. Namun untuk dari hasil uji sederhana itu masih nihil temuan kandungan boraks, formalin, maupun rhodamin.

Meski demikian, selama Ramdan ini pihaknya mengaku akan melakukan pengawasan. Terlebih menjelang Lebaran, peredaran mamin akan semakin membeludak. 

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia