Jumat, 20 Sep 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Peserta Lomba Patrol dan Kudapan Mokeran Fest 2019 Membeludak

22 Mei 2019, 23: 55: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Salah satu grup patrol pelajar Kota Mojokerto saat perform di GOR dan Seni Majapahit tahun lalu.

Salah satu grup patrol pelajar Kota Mojokerto saat perform di GOR dan Seni Majapahit tahun lalu. (Dokumen/radarmojokerto.id)

MOJOKERTO – Beberapa hari lagi event Mokeran Fest 2019 digelar, sejumlah persiapan terus disempurnakan panitia pelaksana.

Kali ini, teknis lomba patrol dan stan/tenant pasar kudapan tradisional terus dikebut panitia untuk menyempurnakan perhelatan festival budaya khas Ramadan di Kota Onde-Onde itu berlangsung meriah, Sabtu (25/5) dari sore hingga malam hari.

Termasuk proses pendaftaran kedua ajang yang sudah mulai dijubeli peserta dari dalam maupun luar Kota Mojokerto. Kondisi ini yang memaksa panitia harus bersikap selektif demi pelaksanaan lomba patrol dan festival kuliner tradisional berjalan lancar dan semarak.

Update sementara jumlah peserta lomba patrol kini telah mendekati batas maksimal 30 grup. Mereka terdiri dari beberapa grup perwakilan lembaga sekolah tingkat SMP/SMA hingga perwakilan desa/kelurahan, dan binaan enam Polsek Polresta Mojokerto.

Pun demikian pula dengan peserta tenant kuliner tradisional yang mulai banyak diisi para pelaku industri kreatif. Mereka tidak hanya akan menampilkan jajanan lawas asli Kota Mojokerto, tapi juga sajian atau dekorasi ala tradisi Ramadan.

’’Peserta lomba patrol sudah banyak yang mendaftar. Kita terpaksa batasi sampai 30 grup untuk efektivitas lomba,’’ tutur Mochamad Chariris, panitia festival lomba patrol. Sebagai catatan, setiap grup lomba patrol tidak dipungut biaya sepeserpun. Setiap grup wajib menampilkan kreasi dan musikalisasi musik ritmis dari alat tradisional nonelektronik.

Jumlah anggota maksimal 10 personel setiap grup. Tema dan kostum juga harus bertemakan Ramadan, dan karakteristik kearifan lokal dan berbudaya. Tak jauh beda dengan lomba patrol, peserta tenant kudapan tradisional juga tidak dipungut biaya.

Peserta diimbau menghias atau mendekor stand bernuansa Ramadan atau karakter Kota Mojokerto. ’’Untuk waktu pelaksanaan technical meeting (TM), akan dilaksanmakan pada Kamis (23/5) pukul 14.00,’’ tambahnya.

Di Mokeran Fest 2019 ini, akan melibatkan semua elemen. Dimulai dari suguhan pusat kuliner tradisional sebagai kudapan pengantar berbuka atau takjil yang dibuka sejak pukul 15.00 sampai selesai. Di situ nantinya akan banyak tersedia menu jajanan lawas.

Seperti cenil, onde-onde, klepon, klanting, bubur sruntul, kopi dan lainnya. Yang dijual oleh pedagang atau IKM hasil binaan Disperindag Kota Mojokerto dan bisa dinikmati oleh pengunjung. Kemudian dilanjutkan dengan kirab budaya yang menampilkan kesenian seperti musikalisasi puisi, gambus, parade Gus dan Yuk, tari-tarian khas hingga barongsai yang juga hasil dari binaan Disporabudpar Kota Mojokerto.

Lalu yang terakhir adalah festival lomba patrol yang menyuguhkan kreasi dan musikalisasi seni musik tradisional khas membangunkan sahur Ramadan. Yang ditampilkan dengan berjalan melewati rute dari alun-alun kemudian melewati sepanjang Jalan Majapahit ke selatan, lalu belok ke Jalan Bhayangkara, dan finis di halaman Mapolresta Mojokerto.

”Start lomba patrol dan kirab budaya akan dilepas Kapolresta Mojokerto bersama forkopimda mulai pukul 20.00 dari alun-alun,” tandasnya. ”Kami berharap peserta saling menyajikan penampilan dan kreativitas terbaik. Sebab, juara 1, 2, 3 dan harapan 1, 2, dan 3 akan mendapatkan trofi, uang pembinaan dengan total jutaan rupiah,” tandasnya. 

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia