Selasa, 19 Nov 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Ramp Check Bus AKAP Jelang Arus Mudik, Pelita Indah Dipaksa Ganti Ban

17 Mei 2019, 23: 30: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Petugas DLLAJ Jatim UPT Mojokerto melakukan pengecekan kondisi bus antarkota antarprovinsi (AKAP) di Terminal Kertajaya, Kota Mojokerto.

Petugas DLLAJ Jatim UPT Mojokerto melakukan pengecekan kondisi bus antarkota antarprovinsi (AKAP) di Terminal Kertajaya, Kota Mojokerto. (Sofan Kurniawan/radarmojokerto/id)

MOJOKERTO – Menjelang arus mudik Lebaran 2019, berbagai persiapan dilakukan demi menjaga kelancaran budaya balik kampung saat hari raya.

Kamis (16/5) DLLAJ Jatim UPT Mojokerto melakukan pengecekan kondisi bus antarkota antarprovinsi (AKAP) di Terminal Kertajaya, Kota Mojokerto. Salah satu bagian yang dicek secara detail adalah roda bus.

Kasi Pengendalian dan Operasional UPT LLAJ Mojokerto Dishub Provinsi Jatim, Yoyok Kristyowahono, mengatakan, ramp check ini dilakukan untuk memastikan kelayakan bus dalam menghadapi arus mudik Lebaran. Seluruh bus yang masuk terminal, terutama AKAP tak luput dari pemeriksaan.

’’Ramp check kali ini menitikberatkan pada kelayakan kendaraan untuk menghadapi persiapan mudik Lebaran,’’ ungkapnya. Di lokasi, setiap bus yang masuk Terminal Kertajaya tidak satupun luput dari pemeriksaan. Melibatkan belasan personel, satu per satu kondisi bus dilakukan pengecekan.

Meliputi kaca, lampu, rem kemudi, klakson, wiper, hingga roda. Dia menuturkan, secara detail petugas turut memeriksa kondisi ban bus. Ia menyebutkan, sebenarnya ramp check ini sudah menjadi agenda rutin DLLAJ Jatim UPT Mojokerto.

’’Artinya, ada tidak ada libur hari besar pun, ramp check kita lakukan untuk menjaga keselamatan penumpang,’’ tegasnya. Bahkan, setiap harinya, sedikitnya 70-an armada bus diperiksa secara sampling. Namun, sayangnya, meski sudah berulang kali dilakukan ramp check, hasilnya masih diketahui terdapat armada bus yang nakal.

Salah satunya adalah PO Pelita Indah jurusan Surabaya-Trenggalek. Dari hasil pemeriksaan, ban bus berpenumpang penuh tersebut diketahui sudah menipis. Nah, sebagai langkah antisipastif, pihaknya menawarkan tiga pilihan.

Di antaranya, ditilang, menurunkan penumpang atau mengganti ban. ’’Dari tiga pilihan itu ternyata, sopir pilih ganti ban di lokasi. Pergantian juga langsung disaksikan petugas,’’ tuturnya. Yoyok menegaskan, tipisnya ban memang sangat membahayakan penumpang. Sebab, kondisi itu rawan terjadi kecelakaan.

Khususnya jika dalam perjalanan jauh, ban rentan meletus. Sebab, tekanan udara dan gesekan permukaan jalan yang cukup kuat, membuat ban mudah mengembang. ’’Kalau sudah meletus, secara otomatis akan terjadi kecelakaan dan potensi ada korban,’’ tandasnya.

Tak heran, permasalah ban sejauh ini menjadi perhatian serius petugas. ’’Pemeriksaan akan terus dilakukan hingga mendekati Lebaran. Sasaran utamanya bus AKAP,’’ ujarnya. Pemeriksaan rutin ini penting dilakukan untuk meminimalisir kasus kecelakaan lalu lintas di jalan raya.

Apalagi, tahun sebelumnya pada saat momen mudik dan balik Lebaran, angkutan umum akan mengalami lonjakan penumpang. ’’Nantinya, pemeriksaan kesehatan sopir juga kita jadwalkan,’’ paparnya. 

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia